oleh

BPS : Kemiskian Terpusat Di Desa

Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS)  Provinsi Lampung menggelar workshop bersama dengan media massa maupun elektronik yang ada di Lampung tentang pemanfaatan indikator statistik, yang digelar di ruang aula BPS Lampung. Dalam acara ini BPS menyampaikan berbagai informasi tentang pentingnya data dan metode survey yang digunakan. BPS juga mengungkap bahwa kemiskinan dari survey dan sensus masih dominan di pedesaan.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum S. MA mengatakan, data merupakan hal yang utama ataupun sangat berharga, maka dari itu data yang akurat sangat dibutuhkan sekali. “BPS merupakan salah satu indikator dalam penyajian data yang akurat. Maka dari itu kami sangat membutuhkan data yang akurat dari masyarakat Lampung terutama dalam menyajikan data hasil sensus penduduk, ” ungkapnya, Kamis (05/12/2019).

Yeane menambahkan, dalam pelaksanaan tugas sensusnya BPS menggunakan dua sistem metode yakni, secara online dan wawancara.”Untuk target sensus penduduk secara nasional sebesar 22,92 persen sementara itu untuk Lampung sendiri ditargetkan sebesar 18,69 persen sisanya akan menggunakan metode wawancara yang akan dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2020 mendatang, ” terangnya.

Dalam workshop yang digelar satu hari ini, juga diisi pemaparan yang dibagi menjadi tiga sesi yang meliputi sesi pertama, penjelasan mengenai indikator kemiskinan,  sesi kedua,  mengenai inflasi dan sesi ketiga,  mengenai pertumbuhan perekonomian.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Lampung,  Mas’ud Rifai dalam materinya menyampaikan, konsep yang dipakai BPS dan juga beberapa negara lain adalah kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach),”Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan maupun bukan makanan (diukur dari sisi pengeluaran). Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan dibawah garis kemiskinan,  yang diperoleh dari hasil survei (sampel), ” jelasnya.

Mas’ud Rifai menambahkan, untuk angka kemiskinan Lampung pada bulan Maret 2019 mengalami penurunan dibandingkan September 2018, dari 13,01 persen menjadi 12,62 persen. Lanjutnya,  penduduk miskin terkonsentrasi di pedesaan dengan tingkat kemiskinan sebesar 14,27 persen cukup jauh terpaut dengan kemiskinan diperkotaan yang hanya 8,92 persen.”Setara dengan 231,86 ribu jiwa diperkotaan dan 831,80 ribu jiwa di pedesaan. Penurunan September 2018-Maret 2019 terjadi diperkotaan sebesar 0,14 poin sementara di pedesaan 0,46 point, ” ujarnya.

Untuk itu diperlukan strategi penanggulangan kemiskinan yakni, mengurangi beban pengeluaran (jaring pengaman sosial, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin,  mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan serta mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil.

Sesi demi sesi pun berjalan dengan lancar dan ditutup oleh Kepala BPS Provinsi Lampung,  Yeane Irmaningrum, S. MA mengucapkan,  terimakasih kepada rekan-rekan media yang telah mengikuti workshop hingga selesai. Lanjutnya, meminta kepada masyarakat Lampung pada bulan Februari 2020 dapat berpartisipasi dalam survey sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS dapat memberikan data yang akurat. (Harry/Maryadi)