oleh

Rumah Tak Layak Huni di Pesawaran Berulang Didata, Bantuan Tak Kunjung Datang

Harianpilar.com, Pesawaran – Meski setiap tahun pemerintah pusat dan pemerintah Daerah Pesawaran mengalokasikan anggaran program perbaikan rumah tidak layak huni (bedah rumah) untuk masyarakat  kurang mampu. Ternyata belum sepenuhnya dirasakan merata oleh warga miskin. Seperti halnya masyarakat miskin yang ada di Desa Madajaya Kecamatan Waykhilau.

Tidak kurang dari 25 rumah tidak layak huni terdapat di Dusun Kampung Masjid dan Dusun Kembang Tanjung Desa Madajaya Kecamatan Waykhilau.

Salah seorang warga yang mendiami rumah tidak layak huni, Kimong (53), mengatakan, aparatur pemerintahan desa dan pihak terkait sudah berungkali mengambil gambar rumahnya guna dilakukan pendataan untuk penenerima manfaat program bedah rumah. Namun hingga saat ini belum juga ada bantuan itu wujudkan.

“Sepertinya saya sudah malu pak, gambar foto bukan saja yang diluar rumah,  bahkan gambar foto juga sampai dalam kamar, tapi nyatanya hingga kini belum ada tuh satupun rumah yang diperbaiki di Desa ini, ” cetus Kimong (53), baru-baru ini.

Menurutnya, belum tersentuhnya bantuan bedah rumah di desanya menuai kekecewaan tersendiri bagi masyarakat setempat. Padahal kata dia, jika merujuk dari keberadaan Desa,  sejatinya Pemda Pesawaran seyogyanya ada perhatian khusus terhadap Desa yang berada diperbatasan Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Pringsewu ini.

” Sudah berulangkali kami mengajukan program bedah rumah ini, tapi belum juga mendapat perhatian pihak pemda,  apa karena kami ini tinggal diperbatasan Kabupaten sehingga kurang diperhatikan oleh Pemda Pesawaran,” tanyanya.

Bahkan bukan hanya program bedah rumah saja yang belum dirasakan masyarakat yang tinggal diperbatasan Kabupaten tersebut, jelas Kimong, pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pun belum sepenuhnya merata dirasakan oleh masyarakat, bak dianak tirikan.

” Ya peningkatan jalan lingkar Desa juga kurang diperhatikan oleh pemda,  padahal mayoritas masyarakat merupakan petani di Desa Madajaya ini. Kami berharap pemda tidak mengucilkan kami (Madajaya-red),” tutupnya. (Fahmi/Maryadi)