Harianpilar.com, Bandarlampung – Rektor terpilih Universitas Lampung (Unila) Profesor. Karomani dijadwalkan akan dilantik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim, Senin (25/11/2019) pukul 15.00 WIB hari ini.
Prof. Aom – biasa ia disapa- peraih suara terbanyak dalam pemilihan rektor (Pilrek) Unila beberapa waktu lalu dengan raihan 44 suara atau 61,11 persen.
Mengalahkan Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik Unila Prof Dr H Bujang Rahman MSi, yang hanya meraih 22 suara (30,56 persen).
Dan Warek II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unila Prof Dr Ir Muhammad Kamal MSc yang meraih 6 suara (8,33 persen).
Profesor Bidang Ilmu Komunikasi Sosial Universitas Lampung ini akan dilantik pukul 15.00 WIB di Kantor Kemendikbud Jakarta.
Kepastian pelantikan ini disampaikan Prof. Aom saat dihubungi Harian Pilar, Minggu (24/11/2019).”Ya benar Senin jam 3 (15.00 WIB). Udangan pelantikan udah ada. Mohon do’anya ya agar semua berjalan lancar,” ungkapnya.
Penulis 7 buku ini akan menjadi Rektor ke 7 Unila menggantikan Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P yang sudah berakhir masa jabatannya.
Dari penelusuran Harian Pilar, Prof. Aom telah menerbitkan 7 buku dan salah satunya berkaitan dengan berita media massa. Ketujuh buku itu berjudul Analisis Wacana Berita yang diterbitka CV Matabaca tahun 2008, Komunikasi Antarbudaya diterbitk CV. Matabaca tahun 2008, Bahasa dan Komunikasi Antarbudaya diterbitka CV Matabaca tahun 2009, Metode TIPIBA diterbitk Al-Mawardi Prima tahun 2013, Logika Cetakan ke 3 diterbitk CV Matabaca tahun 2018, Dasar-Dasar Keterampilan Berbicara Menuju Komunikasi Efektif diterbitkan CV Aura Printing tahun 2018, dan Antologi Puisi Nuansa Kata dan Samudra diterbitka CV Aura Printing tahun 2018.
Selain banyak menulis buku, Mantan Wakil Rektor III Unila ini juga aktif menulis artikel, diantaranya Sastra, Agama, dan Kemanusiaan: Suatu Tinjauan Sosial tahun 1988, Pengaruh Ideologi terhadap Pemihakan Berita dalam Media Massa tahun 2004, Teori Adab Karsa dan Relevansinya bagi Pembangunan Bangsa tahun 2004, Berita dan Surat Kabar Sebagai Media Komunikasi Politik tahun 2005, Ulama, Jawara dan Umaro : Studi tentang Elite Lokal Banten tahu 2009, Persepsi dan Prasangka Antaretnik di Lampung Selatan ( Studi Komunikasi Antaretnik di Bakauheni Kalianda ) tahun 2011, serta banyak lainnya.
Prof. Aom juga dikenal sebagai akademisi yang memberi perhatian serius terhadap isu-isu radikalisme. Pada 2018 lalu Prof. Aom mengulas soal radikalisme dilingkungan mahasiswa melalui tulisannya di salah satu media massa Nasional dengan judul Kampus dan Radikalisme.
Menurutnya, kemunculan radikalisme di kampus disebabkan oleh tiga hal. Pertama , rekrutmen dosen dan pegawai sejak Era Refor masi dari sisi ideologi tidak lagi mensyaratkan ada bersih diri dan bersih lingkungan seperti yang dilakukan Orba. Kedua, masjid pada hampir semua kampus terutama kampus pendidikan tinggi negeri (PTN) pengelolaannya di luar organisasi dan tata kerja (OTK) kampus. Pihak kampus tidak bisa mengontrol siapa yang menjadi takmir masjid, siapa yang menjadi penceramah, dari mana dan bagaimana latar bela kangideo loginya, dan seba ainya.
“Ketiga, para pengampu mata kuliah agama Islam karena kererbatasan SDM/dosen tidak semuanya memiliki kompetensi sebagai dosen agama, melainkan dosen lain yang diminta mengajar mata kuliah tersebut yang berkemungkinan dosen yang bersangkutan sudah terpapar radikalisme,” demikian sedikit cuplikan tulisannya tentang Kampus dan Radikalisme. (Tim/Maryadi)










