oleh

Dendi : Maulid Mesti Diartikulasikan Upaya Transformasi Diri

Harianpilar.com, Pesawaran – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang sudah kental dan memasyarakat di kalangan kaum muslim.

Bukan cuma di Indonesia, tradisi yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam tahun Hijriah ini juga marak diperingati oleh umat Islam berbagai dunia. Ini dikatakan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, ST, saat tabligh akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H Tahun 2019 di Masjid Al-Hidayah Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan, Minggu, (24/11/2019).

“Dengan memperingati Maulid Nabi SAW, mari kita mencari keridhoannya dengan mencermati dan meneladani sifat Rosullullah SAW,” kata Dendi, Minggu (24/11/2019).

Dilanjutkannya, secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimpin besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.

Untuk itu, kata dia kita harus mencintai rosul dengan membaca shalawat dan mendoakannya. Dengan memperbanyak shalawat Insya Allah akan selamat dunia akhirat. Dan yang paling penting adalah mengamalkan 3 S yaitu ; sabar, semangat dan senang. Dengan 3 S kita semua akan bisa mencapai apa yang kita harapkan atau cita-citakan.

Dalam konteks ini, lanjutnya, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai “profetik” agar tercipta masyarakat madani yang merupakan bagian darn demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluraliisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme.

“Kita patut meneladani buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan Iembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana. Itulah perilaku yang diwarnai oleh akhlak mulia; akhlaqul karimah,” ujarnya.

Masih kata Dendi, akhlak mulia yang mampu menebarkan rahmatan lil’alamin rahmat bagi semesta alam. Dalam berbagai bidang kehidupan, teladan Rasulullah masih relevan untuk diterapkan.

Sebagai ilustrasi, Rasulullah mengajarkan untuk selalu bersikap adil. Keadilan ini patut kita wujudkan dalam menjalankan kehidupan. Dengan menerapkan nilai-nilai keadilan, kita belajar untuk dapat hidup toleran dengan sesama, ikhlas meringankan beban sesama dan berjuang untuk mendapatkan hak dan perlakuan yang adil bagi sesama.

“Terakhir saya mengajak kepada Bapak Ibu hadirin semuanya, untuk bersama-sama tingkatkan terus persaudaraan sebagai sebuah bangsa, ( Ukhuwah Wathaniyah ), meningkatkan persaudaraan sesama umat manusia, ( Ukhuwah Basyariyah ) dan meningkatkan persaudaraan diantara sesama umat Islam, (Ukhuwah Islamiyah),” paparnya. (Fahmi/Maryadi)