Harianpilar.com, Lampung Selatan – Pembangunan jambanisasi Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Selatan (Lamsel) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Karang Anyar, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan tahun 2018 diduga bermasalah.
Pasalanya, hingga Maret 2019 pembangunan jamban di rumah penduduk masih banyak yang belum rampung.
Ketua RT 1 Dusun I Marga Agung Jumiran mengatakan dari beberapa orang warganya yang mendapat jatah pembangunan jambanisasi yang dikelola Puskesmas Karang Anyar tinggal satu yang belum selesai.
Alasannya lantaran kebentur dengan biaya pemilik rumah. Karena kata dia, pihak Puskesmas Karang Anyar hanya membantu material berupa; tiga zak semen, satu batang paralon, 50 biji bata, pasir secukupnya, batu split, ijuk, satu buah kloset.
“Proses pembangunannya diserahkan ke pengguna manfaat. Ya, kalau mereka mempunyai biaya, kalau tidak kan menjadi beban penerima bantuan. Akibatnya banyak pembangunannya yang terlambat dikerjakan,” kata Jumiran.
Hal senanda juga disampaikan Kadus III Desa Marga Agung Widodo. Dia mengatakan dari beberapa warga yang mendapat jatah bantuan jambanisasi, hingga kini tinggal satu yang belum dikerjakan.
Alasannya mereka tidak mempunyai uang untuk membangun. “Rata-rata mereka tidak mempunyai uang untuk membangun. Makanya banyak yang terlambat. Satu warga saya yang ekonominya sangat memprihatinkan. Makanya jambanisai dia sampai sekarang belum juga dibangun,” ujar dia.
Sekretaris Desa Marga Agung Dahroji mengatakan warganya yang mendapat jatah jambanisasi sebanyak 20 orang.
Berdasarkan keluhan warga, kata dia banyak warga yang merasa kesulitan lantaran tidak mempunyai dana. Sebab kata dia, bantunya berbentuk material, bukan uang.
Kelapa Desa Fajar Abaru Sucipto mengatakan proyek jambanisasi tahun 2018 di desanya sebanyak 20 kepala keluarga (KK) sudah selesai. “Mobil saya dipakai untuk mengangkut material jambanisasi tidak mendapat imbalan apa-apa,” kata Cipto, Selasa (26/03/2019).
Ka UPT Puskesmas Karang Anyar Sudibyo mengatakan setiap penerima manfaat menerima bantuan pembangunan jambanisasi berupa meterial. Dana yang disipakan setiap rumah hanya Rp350 ribu, makanya mereka didrop material bangunan. “Anggaran jambanisasi setiap rumah hanya Rp350 ribu,” katanya.
Dia mengaku untuk lebih detailnya secara teknis dia tidak mengetahui secara pesti karena yang menangani proyek tersebut salah satu setaffnya bernama Susi. (Mar)









