Harianpilar.com, Tanggamus – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani mengajak masyarakat agar menghapuskan semua aktivitas yang merusak lingkungan, mengeksploitasi sumberdaya laut dan merugikan negara baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun oleh bangsa asing.
“Kita harus memiliki komitmen bahwa laut harus mensejahterakan rakyat Indonesia dan kita harus berdaulat diatas laut kita sendiri,” kata Bupati pada upacara bulanan dalam rangka memperingati Hari Nusantara, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Ibu Tahun 2018 bertempat di Lapangan Pemkab Tanggamus, Senin (17/12/2018).
Bertindak sebagai pembinan upacara Bupati Tanggamus Dewi Handajani.
Turut hadir Wakil Bupati AM. Syafi’i Wakapolres Kompol Andik Purnomo Sigit, Kasdim 0424 Suhada Erwin, Porkopimda, para asisten, para staf ahli, Ketua TP PKK Sri Nilawati Syafi’i, para OPD terkait, para camat se – Kabupaten Tanggamus, para pejabat tinggi pratama, administrator dan pengawas, unsur TNI, POLRI, unsur Ormas dan insan pers serta pegawai dilingkungan Pemkab Tanggamus.
Bupati Dewi Handajani mengatakan Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember merupakan penegasan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia.
Selanjutnya peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang jatuh pada tanggal 20 Desember merupakan upaya untuk mengenang menghayati dan melakukan aksi dengan semangat persatuan kesatuan kegotong royongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia yang bahu membahu mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa atas pendudukan Kota Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia oleh tentara belanda pada tahun 1948.
Saat ini, daerah kita Kabupaten Tanggamus dibeberapa wilayah sedang dilanda bencana, solidaritas sosial menjadi kata kunci untuk menanggulangi dampak bencana. Harapan saya semoga rasa kesetiakawanan sosial tidak hanya muncul dikala bencana besar menimpa melainkan juga dalam berbagai kesulitan hidup lainnya yang dialami oleh warga Tanggamus, dimanapun kita berada apapun pandangan politiknya bahkan apapun agamanya kita harus memang senantiasa siap membantu sesama.
Peringatan Hari Ibu jatuh pada tanggal 22 Desember yang didasarkan pada munculnya kesadaran serta upaya kaum ibu meningkatkan derajat kehidupan bangsa ditengah dungkungan alam penjajahan.
Fungsi ibu dalam keluarga adalah sebagai pendididk pertama dan utama bagi anak-anaknya. Hal ini sesuai dengan peran penting ajaran berbagai agama dan hasil kajian ilmiah yang menempatkan seorang ibu dalam keluarga adalah pendidik.
“Saya berharap melalui peringatan hari ibu tahun ini untuk supaya meneguhkan tekad dan komitmen kaum ibu dan perempuan untuk meningkatkan perannya dalam mensukseskan pembangunan diKabupaten Tanggamus. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan organisasi kewanitaan yang solid dan kreatif serta beraktivitas dibidang sosial kemasyarakatan seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” katanya.
Diakhir sambutannya, bupati Dewi Handajani menambahkan agar dalam peringatan hari-hari besar seperti ini bisa terus dilaksanakan bukan hanya seremonialnya saja tetapi dapat kita terapkan dilingkungan masyarakat.
“Jadilah kita Pelayan yang RATU (Ramah, Amanah, Tegas ,dan Unggul) dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Saya tidak ingin adalagi pegawai Tanggamus yang tidak berkomitmen terhadap janjinya yang tidak memberikan Pelayan kepada masyarakat,” terang Bupati.
Lanjutnya, Ruang kesetaraaan gender juga telah terbukti dan terwujud diKabupaten tanggamus, Harapan saya kedepan agar kita dapat terus solid dalam membangun kabupaten Tanggamus tanpa membedakan suatu gender ,tanpa membedakan asal usul suku, agama karna pada dasarnya kita semua adalah makhluk yang lemah yang sama dihadapan Allah Swt tuhan yang Maha Esa.
“Saya juga berterimah kasih kepada relawan -relawan Tanggamus yang telah membantu saudara kita yang terkena musibah. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Tanggamus yang lebih maju dan sejahtera ,karena semua itu tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari kita bersama,” ucapnya” (Siswanto/Maryadi)









