oleh

Proyek Dinkes Pesawaran ‘Berpotensi’ Rugikan Negara

Harianpilar.com, Pesawaran – Dua proyek milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran tahun 2016 dan 2017 yang sudah mengalami kerusakan sebelum di operasikan dinilai berpotensi merugikan Negara. Sebab tidak mungkin perencanaan proyek dengan kualitas hanya untuk hitungan bulan.

Cepatnya proyek itu juga mengindikasikan kualitasnya meragukan akibat pengerjaan yang tidak sesuai ketentuan.”Perencanaan sebuah proyek itu tidak mungkin untuk kualitas yang hanya bisa bertahan dalam hitungan hari atau bulan. Jika proyek sudah rusak dalam hitungan bulan, apa lagi belum digunakan jelas ada masalah itu, dan berpotensi merugikan Negara,” ungkap Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat di mintai tanggapannya, baru-baru ini.

Proyek pembangunan Lantai 1 Rawat Inap RSUD Pesawaran sudah mengalami rusak parah di bagian plafon padahal blm di gunakan.

Menurutnya, cepatnya proyek itu mengalami kerusakan juga mengindikasikan kualitasnya tidak baik, dan patut di pertanyakan proses pengawasannya.”Tapi semua itu masih dugaan, untuk memastikkannya maka harus diusut, dan peran penegak hukum di perlukan untuk mengusutnya hingga tuntas,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pesawaran Harun Tri Djoko enggan berkomentar terkait penyimpangan dua proyek tahun 2016 dan 2017 yang sudah mengalami kerusakan padahal belum di gunakan. Sementara Sekretaris Dinkes Widodo terkesan buang badan dan justru meminta wartawan menanyakan hal itu ke Kadiskes.

Berulang kali di hubungi Kepala Dinas Kesehatan pesawaran, Harun Tri Djoko, tidak menjawab dan cenderung menghindar saat di konfirmasi masalah dua proyek itu. Sekretaris Dinas Kesehatan, Widodo, saat ditemui diruang kerjanya mengaku tidak mengerti dan tidak mengetahui pekerjaan pembangunan Gedung Bedah Sentra dan Rawat Inap RSUD Pesawaran ini.

“Waduh saya gak berani komentar masalah pekerjaan bangunan gedung bedah sentra dan rawat inap lantai satu itu. Saya kan ditahun 2016-2017 sempat nonjob. Silahkan tanya langsung saja dengan Kadis,” ungkap Widodo, Senin (15/10/2018).

Diberitakan sebelumnya, proyek milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran tahun 2016 dan 2017 diduga kuat sarat masalah.Sebab, dua proyek yang menghabiskan anggaran miliaran itu sudah mengalami kerusakan padahal belum di gunakan. Bahkan, indikasiadanya ‘permainan’ terjadi mulai dari tahap tender.

Dua proyek itu adalah proyek pembangunan Lantai 1 Gedung Rawat Inap RSUD Pesawaran senilai Rp11,1 Miliar tahun 2016 yang dikerjakan PT. Mita Utama Prima, dan proyek Pembangunan Gedung Bedah Sentral Rumah Sakit (DAK) senilai Rp2,6 Miliar tahun 2017 yang dikerjakan CV. Elang Putra Cakra Buana.

Kuat dugaan pengerjaan dua proyek ini tidak sesuai ketentuan, sehingga kualitasnya meragukan. Seperti proyek proyek pembangunan Lantai 1 Gedung Rawat Inap RSUD Pesawaran, kini banyak bagi dari proyek ini yang sudah mengalami kerusakan cukup parah. Meski menghabiskan anggaran hingga Rp11,1 Miliar kualitas proyek ini sangat meragukan, terutama di bagian plafon sudah mengalami kerusakan, mengelupas dan berlubang, di bagian dinding juga sudah mengalami keretakan. Padahal, bangunan ini belum di gunakan dan masih tahapan pembangunan lanjutan Lantai 2 dan 3.

Begitu juga proyek proyek Pembangunan Gedung Bedah Sentral Rumah Sakit (DAK), proyek tahun tahun 2017 banyak bagian dindingnya yang sudah retak-retak, meskipun retak-retak itu telah di tambal sulam menggunakan cat namun tetap terlihat dikarenakan keretakannya cukup parah.

Proyek yang dimenangkan CV. Elang Putra Cakra Buana ini juga diduga memang sudah sarat permainan dari tahap tender. Kuat dugaan tender proyek ini di kondisikan, sebab CV. Elang Putra Cakra Buana ini secara berturut-turut tahun 2017 dan 2018 bisa menenangkan tender proyek di Dinkes Pesawaran yang penawaran yang sangat mendekati Harga Perkiaraan Sendiri.

Pada tahun 2017 tender proyek Pembangunan Gedung Bedah Sentral Rumah Sakit (DAK) HPS Rp 2.660.900.000 dimenangkan

Elang Putra Cakra Buana dengan penawaran Rp 2.633.200.000 hanya turun Rp27,7 juta atau 1,0 persen dari HPS. Pada tahun 2016, tender proyek Pembangunan Ruang Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Pesawaran HPS Rp700 juta dimenangkan CV. Elang Putra Cakra Buana dengan penawaran Rp685.365.564 hanya turun Rp14,6 juta atau 2,0 persen dari HPS.(Fahmi/Maryadi)