Harianpilar.com, Pesisir Barat – Dua orang hanyut di pantai Way Redak Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, di sekitar hotel Mutiara Alam pada Sabtu (06/10/2018) sekitar pukul 16.30 WIB. Akibat kejadian itu, satu korban meninggal dunia.
Peratin Way Redak, Ridwan yang pada saat kejadian ikut membantu mengevakuasi kedua korban mengatakan, korban hanyut diduga akibat keduanya tidak bisa berenang.
“Kedua korban hanyut diperkirakan karena tidak bisa berenang, dan tidak mengetahui daerah mana saja lokasi yang aman untuk berenang. Karena kedua korban bukan warganya. Mereka merupakan pekerja di proyek pembangunan kantor Kejaksaan Negeri yang sedang dibangun,” katanya.
Menurutnya, korban meninggal dunia atas nama Dedek (25), warga jalan Badak, Sukamenanti, Bandarlampung. Sedangkan korban selamat atas nama Deni (22), warga jalan Badak Sukamenanti Baru, Kedaton, Bandarlampung.
“Kini jenazah korban sudah di bawa ke Bandarlampung untuk diserahkan ke pihak keluarga,” jelas Ridwan.
Kedua korban merupakan pekerja CV. Flamboyan, yang pada saat ini sedang mengerjakan pembangunan kantor Gedung Kejaksaan Negeri Krui di Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah.
Matzili, seorang nelayan yang biasa menyelam di sekitar pantai itu, mengatakan dua warga Bandarlampung tersebut terbawa ombak.
Dedek, kehabisan nafas di tengah laut. Sedangkan Deni ia temukan di dasar karang. “Masih hidup, tetapi denyut nafasnya sudah pelan,” katanya.
Kapolsek Pesisir Tengah, Kompol. M. Daud, S.H., mendampingi Kapolres Lampung Barat, AKBP. Tri Suhartanto, S.Ik., mengatakan bahwa, pada Sabtu (06/10/2018) sekitar pukul 16.30 WIB, usai bekerja sebagai buruh tukang pembangunan gedung baru kantor Cabjari Lampung Barat di Krui yang ada di Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah, korban pergi menuju pantai Way Redak tepatnya di belakang Villa Desa, bersama Ardi, sedangkan rekan lainnya sudah berenang terlebih dahulu.
Saat korban tiba di pantai langsung berenang ke laut dan berenang agak ke tengah yang diikuti salah satu rekan korban yakni Deni, sedangkan korban dan rekannya sudah diingatkan oleh teman-temannya untuk tidak berenang agak ke tengah, tetapi peringatan dari temannya tidak diindahkan.
“Sedangkan Deni disaat mengikuti agak jauh di belakang korban melihat korban sudah di ujung pecahan ombak dan tiba-tiba ombak pasang dan menyeret korban,” katanya. (Maryadi)









