oleh

Basarnas Temukan Korban Tenggelam di Pantai Cemara

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Satu orang pengunjung tenggelam di Pantai Cemara, Merak Belatung, Kalianda, Lampung Selatan akibat terseret ombak telah ditemukan Tim Basarnas Lampung.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Basarnas Lampung Jumaril, ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Akhirnya Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban atas nama Muhammad Din umur 22 tahun dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya pada Rabu (20/06/2018).

Pada pukul 06.30 WIB Tim Rescue Basarnas Lampung dan Tim Rescue gabungan mulai melaksanakan Ops SAR dengan penyisiran di sekitar garis pantai Cemara dgn menggunakan Rubberboat Basarnas Lampung.

“Penemuan korban tenggelam di koordinat 5°41’2″S – 105°31’53″E / sekitar 500 M dari titik awal dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda,” lanjutnya

“Dengan telah diketemukannya korban tenggelam di Pantai Cemara, Merak Belatung, Kalianda, Lampung Selatan maka Ops SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan kesatuannya masing-masing,” tutupnya.

Seorang pengunjung Pantai Cemara, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan, dilaporkan hilang terseret ombak saat mandi di pantai, kemarin. Korban diketahui bernama Martin (18), warga Desa Sukamarga, Dusun II, Sidomulyo, Lampung Selatan.

Humas Basarnas Lampung Deny Kurniawan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari kepala desa Merak Belantung terkait kejadian itu sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, pihaknya langsung meluncur ke lokasi dengan menerjunkan delapan personel.

“Tim kami bersama BPBD Lampung Selatan, Polsek Kalianda, Polair Polres Lampung Selatan, pengelola objek wisata, nelayan setempat dan keluarga korban, langsung melakukan pencarian terhadap dengan menyisir pantai,” kata Deny kepada duajurai.co via telepon, Selasa, 19/6/2018.

Prediksi lokasi berada di koordinat 5° 40′ 14.64″ S – 105° 32′ 7.39″ E. Tim rescue membawa peralatan lengkap untuk melakukan pencarian, di antaranya menggunakan rescue car compartement, rubberboat dan mopel, peralatan selam Basarnas Lampung, dan perlengkapan lainnya.

Lalu, pada pukul 20.45 WIB, rim rescue gabungan menghentikan sementara pencarian dan akan dilanjutkan hari ini. Pencarian menggunakan rubberboat dengan titik kurang lebih 2-3 kilometer dari lokasi hilang. “Pencarian hari ini, yaitu penyisiran pantai dengan perahu karet, dan berjalan kaki radius tiga kilometer di pantai,” ujarnya. (Lis)