oleh

Komisi V DPRD Lampung Panggil Managemen RSUDAM

Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi V DPRD Provinsi Lampung rencananya akan memanggil managemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) terkait kepemilikan 10 unit kursi roda untuk penangan pasien.

Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Elly Wahyuni mengatakan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut untuk membahas kebutuhan kursi roda di RSUDAM. Hal tersebut menyusul adanya keluhan masyarakat yang mengeluhkan keterbatasan jumlah kursi roda yang disediakan oleh pihak RSUDAM.

“Nanti kami akan minta datanya dari pihak rumah sakit. Berapa sih kursi roda yang ada dan berapa kursi roda yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat, ” ujarnya di ruang kerjanya, Senin (4/05/2018).

Dikatakannya, pihak DPRD Lampung siap memfasilitasi pihak RSUDAM untuk penambahan jumlah kursi roda jika memang kebutuhannya dinilai kurang.

“Kalau memang jumlah yang sekarang dinilai sangat kurang, nanti kita (DPRD Lampung, red) bisa menganggarkannya untuk kebutuhan kursi roda di RSUDAM, ” ungkapnya.

Politisi Gerindra Lampung ini mengakui, anggaran untuk pihak RSUDAM cukup besar. Namun, katanya, anggaran tersebut untuk anggaran pembangunan gedung dan alat kesehatan.

“Anggaran RSUDAM ini emang gede, tapi untuk bangun gedung dan penambahan alat kesehatan seperti alat cuci darah dan lainnya, ” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua PIRA Lampung ini mengakui anggaran Pemerintah Provinsi Lampung ini terbilang masih cukup terbatas.

“Anggaran kita memang terbatas, semua tersedot ke infrastruktur dan KPU, Bawaslu. Jadi semua SKPD mengalami penurunan termasuk RSUDAM, ” paparnya.

Kendati demikian, pihaknya selaku mitra RSUDAM akan mencoba untuk mengajukan anggaran untuk penambahan kursi roda di rumah sakit.

“Karena keluhan masyarakat sama, seperti ambulan, itu kita tambah dan kita anggarkan. Dan ini akan menjadi catatan kita. Dan kita juga akan anggarkan untuk kursi roda, ” pungkasnya.

Diketahui dalam pantauan yang dilakukan Harian Pilar karena tidak memadainya kursi roda bagi para pasien yang hendak mondar mandir mengurus administrasi sampai-sampai ada yang rela dibopong menaiki tangga dan ada juga yang sampai dioper kesana kemari untuk mencari pinjaman.

Sampai berita ini diturunkan pihak RSUDAM masih enggan memberikan komentar.(Ramona/Maryadi)