oleh

Audit Investigasi Pasar Pulungkencana

Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  didesak tidak hanya melakukan audit rutin, tapi juga melakukan audit investigasi terhadap proyek Pasar Sementara Pulungkecana Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Sebab anggaran yang dihabiskan dalam pembangunan pasar sementara itu sangat besar. Sementara kualitasnya sangat meragukan. “BPK harus memberikan perhatian serius terhadap proyek Pasar Sementara Pulungkencana itu. Jangan hanya melakukan audit rutin, tapi juga harus melakukan audit investigasi. Sehingga indikasi penyimpanhan proyek itu bisa jelas,” ujar Ketua Solidaritas Lembaga Independen (Solid), Suadi Romli, saat dimintai tanggapanya, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, banyak kejanggalan yang terlihat dari proyek itu.”Dari proses tender saja sudah terlihat ada kejanggalan, dari dua paket proyek Pasar Sementara Pulungkencana baik yang APBD murni maupun Perubahan semua penawaran hanya kurang dari satu persen. Patut diduga tendernya dikondisikan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, kondisi fisik proyek itu juga secara kualitas tidak menggambarkan besaran anggaran yang dihabiskan.”Total anggatan yang di habiskan Rp5 Miliar lebih, tapi lantainya saja seperti itu. Wajar jika memunculkan kecurigaan adanya penyimpangan,” cetusnya.

BPK dan BPKP, lanjutnya, harus memberikan perhatian lebih terhadap proyek itu. “Kami menyiapkan laporan, saat ini kita lagi mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Secepatnya kami laporkan masalah ini ke penegak hukum,” pungkasnya.

Terbakar-kondisi Pasar sementara Pulungkencana sesudah terbakar malam harinya.

Diberitakan sebelumnya, dari dokumen yang diperoleh Harian Pilar, pada APBD murni tahun 2017 Pembangunan Pasar Sementara Pulung Kencana dianggarkan Rp1,5 Miliar, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp1.497.000.000, dan tender proyek ini dimenangkan oleh CV. Karya Bunda Sejahtera dengan penawaran Rp1.483.559.000 hanya turun Rp13,4 juta atau 0,8 persen dari HPS.

Kemudian, pada APBD Perubahan kembali dianggarkan untuk Pembangunan Pasar Sementara Pulung Kencana Tahap II Rp3.744.000.000, tender proyek ini dimenangkan oleh PT. Cifta Prima Kontrindo dengan penawaran  Rp3.728.837.000 hanya turun Rp15,1 juta atau 0,4 persen dari HPS.

Pada Senin (7/5/2018) siang sebelum kebakaran melanda Pasar Sementara Pulungkencana, wartawan Harian Pilar melakukan penelusuran dilokasi pasar tersebut dan sempat mewawancara pedagang dan salah seorang yang mengaku sebagai pengurus pasar. Kondisi fisik proyek itu seperti lantai dan pondasi diduga kuat dikerjakan asal-asalan bahkan disinyalir tidak sesuai ketentuan. Selain sudah mengalami keretakan dan patah, juga sangat tidak rapi.

Bahkan, pegadang di pasar itu seperti tidak mempercayai jika pembangunan pasar sementara itu menelan anggaran hingga Rp5 Miliar lebih.”Masak sebanyak itu. Kami para pedagang baru menempati pasar ini. Dan dari awal sudah seperti inilah kondisi pasar. Coba tanya orang itu,dia pengurus pasar ini,” ujar salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya, Senin (7/5/2018) tersebut.

Seseorang yang disebut-sebut sebagai petugas pasar itu,enggan dan menghindar saat ditanya kondisi fisik pasar.”Saya gak tau soal itu mas. Ya memang dari awal seperti inilah kondisinya.Jangan tanya saya kalau soal pembangunannya,” kilahnya.

Namun, pada Senin (7/5/2018) malam Sementara Pulungkencana itu di kabarkan terbakar. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran itu.

Hingga berita ini diturunkan rekanan yang mengerjakan proyek itu dan dinas terkait belum berhasil dikonfirmasi.  (Tim/Epriwan/Maryadi)