Harianpilar.com , Waykanan – Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Raja Pemuka Manis yang baru, siap mengembangkan 1.500 hektar lahan perkebunan tebu baru.
Hal tersebut disampaikan Ketua Koperasi Harmonis, Siaga Putra pada audensi Ketua KPTR Raja Pemuka Manis dengan Bupati Waykanan, Rabu (9/5/2018).
Ketua Koperasi Harmonis, Siaga Putra mengenalkan para pengurus koperasi yang baru diantaranya; Wakil Ketua Dody R Putra, Wakil Sekretaris Chery dan Bendahara serta pengawas Ronny dan Aldus, sekaligus melaporkan rencana kerja kedepan yang akan menyiapkan penambahan kebun tebu sebanyak 1.500 hektar.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa saat ini koperasinya telah memiliki lahan 4.000 hektar dengan jumlah anggota 153 orang. “Kedepan pengurus akan segera merombok komposisi kepengurusan dan admistrasi koperasi, sehingga dapat berjalan dengan baik,” paparnya.
Selain itu Harmoni juga menjelaskan dalam waktu dekat pengurus akan meminta Dinas Perkebunan dan pihak lianya untuk dapat mengaudit semua lahan sejumlah 4000 hektar yang dikelola KPTR dari tahun 2013 sampai saat ini. Hal ini dilakukan untuk menjawab maraknya imformasi banyaknya lahan fiktif. Disamping itu juga untuk persiapanan penabahan lahan, terkait akan adanya kucuran bantuan perluasan kebun tebu 1500 hektare dari Kementrian Sosial yang akan turun dan diterima petani tebu yang ada di Waykanan
Audensi tersebut diterima Bupati Waykanan Raden Adipati Surya diruangannya dengan disertai pengawas koperasi dan disertai Kepala Dinas Kopersi Waykanan Akhmad Basyar serta Kepal Dinas Perkebunan Ir. Bani Aras.
Bupati Waykanan Raden Adipati Surya saat diwawancara mengatakan, pengurus baru KPTR Raja Pemuka Manis memperkenalkan pengurus baru serta berkoordinsai tentang program kerja kedepan. Mereka (Pengurus KPTR) datang menghadap saya untuk memperkenalkan pengurus baru serta berkoordinsi tetang perogram kerjanya.
“Pada dasarnya kita sangat mererspon dan mendukung penuh lahirnya pengurus baru KPTR tersebut dan berharap kedepan pengurus dapat membenahi yang kurang baik dimasa – yang lalu.
Bupati juga mengharapkan dapat mendata kembali kelompok-kelompok tani yang memang layak untuk dibantu, sehingga keberadaan koperasi tersebut dapat bermanfaat untuk orang banyak dan pada akhirnya dapat mengakat derajat hidup petani.
Terkait akan adanya kucuran bantuan perluasan kebun tebu dari Kementrian tahun 2018 yang akan diterima Waykanan, Bupati meminta kepada Kadis Perkebunan dan pihak yang terkait lainya untuk dapat mencari hambatanya sampai bantuan tersbut dinyatakan turun di Kabupaten Waykanan.
“Saya sudah perintahkan Kadis Perkebunan untuk mencari dimana hambatanya, kalau itu ada di PSMI datangi dan ajak ngoberol,” tukasnya. (Ans/Mar)









