Harianpilar.com, Lampung Selatan – Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Lampung (SAR) Lampung mengadakan latihan pertolongan di air. Pelatihan dipusatkan di alau-alau Resort Kalianda, Lampung Selatan pada tanggal 7 sampai dengan 9 Mei 2018.
Kepala SAR Lampung, Jumaril mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang digalakkan oleh SAR.
“Kegiatan ini untuk membina potensi-potensi SAR, baik bagi instansi, organisasi swasta, maupun masyarakat yang punya potensi SAR,”ujarnya usai membuka acara, Senin (7/5/2018).
Selain itu, Jumaril juga mengungkapkan pemilihan pelatihan SAR pada agenda kali ini mengutamakan di air dikarenakan akhir-akhir ini di provinsi Lampung banyak sekali kecelakaan maupun peristiwa tenggelam yang sempat tidak bisa tertolong langsung oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
“Kita berusaha melakukan sosialisasi secara rutin setiap tahun agar masyarakat awam juga bisa mengetahui cara-cara melakukan pertolongan yang benar, apalgi akhir-akhir ini banyak jiwa yang tak bisa terselamatkan karena kecelakaan ataupun peristiwa yang bersangkutan dengan air,” tukasnya.
Untuk peserta, lanjut Jumaril, pihaknya menggandeng anggota Kelompok Sadar Wisata (Kopdarwis) dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamsel.
“Untuk jumlah pesertanya kali ini ada 30 orang. Ini akan kita latih sesuai kemampuan mereka terkait pertolongan dalam air,” ungkapnya.
Dijelaskannya, para peserta akan mengikuti pelatihan selama tiga hari. Dimana, kata dia, hari pertama pelatihana para peserta menerima full materi terkait pertolongan pertama dan teknik-teknik pertolongan dalam air.
“Kemudian dilanjutkan dengan simulasi dari pembelajaran materi yang sudah didapat dihari berikutnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lampung Selatan, I Ketut Sukerta mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh SAR Lampung.
Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Lamsel yang memiliki garis pantai yang panjang dan sungai-sungai yang berpotensi menimbulkan bencana.
“Jadi pelatihan ini sangat diperlukan, bagaimana cara-cara untuk menanggulangi bencana di wilayah kita. Karena penanggulangan bencana ini tidak bisa optimal tanpa bantuan instansi terkait dan warga sekitar,” ungkapnya.
Selain kegiatan ini, Ketut juga menyampaikan, pihaknya juga akan memberikan pelatihan-pelatihan lain terkait bagaimana menanggulangi bencana lainnya.
“Kita juga akan sering adakan pelatihan-pelatihan lain kepada warga, agar warga tanggap terhadap bencana,”ujarnya. (Ramona)









