Harianpilar.com, Lampung Barat – Satu korban banjir Pekon Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada Senin malam (23/4/2018).
Tim Sar yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat , pihak kepolisan, dan TNI serta masyarakat setempat akhirnya berhasil menemukan salah satu korban atas nama Anisa Nanda Arifin (2) warga Pemangku Bumiagung, Pekon Bumi Hantatai.
Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi, seketika itu langsung dievakuasi ke puskesmas setempat.
“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 19.30 WIB tadi, meningggalnya korban akibat banyaknya air yang masuk di paru-paru korban,” kata Kepala Puskesmas Suoh Sulistia.
Sementara itu masih terdapat dua korban atas nama Aepudin Bin Dayat dan Siti Mardiana binti Daud yang belum ditemukan dan hingga saat ini masih dilakukan pencarian.
“Korban saat ini sudah dibawa tim BPBD kerumah duka, mudah-mudahan kedua korban yang belum di temukan bisa secepatnya ditemukan,” tukasnya.
Sementara itu, Banjir yang melanda Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan BNS, Lampung Barat, Senin (23/4/2018) sore, mengakibatkan tiga warga hilang terseret arus. Banjir akibat meluapnya sungai (Way) Bulok tersebut mengakibatkan empat warga hanyut. Satu diantaranya tewas, satu selamat, sedangkan dua lainya hingga pukul 20.15 belum juga ditemukan.
Dua warga yang hilang itu merupakan satu keluarga terdiri ayah, ibu dan anak balitanya. Mereka hanyut ketika berada di jalan sekitar sungai dengan mengendarai sepeda motor.
Secara tiba-tiba sungai banjir membawa material kayu dan menyapu korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Anggota DPRD Lambar asal BNS Sugeng Kinaryo Adi melalui handphone selulernya mengatakan, ke dua korban yang dinyatakan hilang tersebut yakni Aep (33), Siti Rodiah (25).
”Kedua korban hanyut terbawa arus bersama material,” kata dia. Hingga puk 20.15 korban belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan. Pihak BPBD juga telah menurunkan tim dan peralatan guna melakukan pencarian. Hingga malam petugas bersama warga masih melakukan pencarian. (Mar/Lis)









