oleh

Puluhan Rumah di Pekon Hantatai Terendam Banjir

Harianpilar.com, Lampung Barat – Puluhan rumah di Pekon Hantatai Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) Lampung Barat, kembali dilanda banjir usai di guyur hujan sore tadi, Minggu (22/4/2018). Banjir terjadi tepatnya di Pemangkau Bumi Agung pekon setempat, akibat meluapnya sungai Way Peninjauan, karena besarnya debit air. Wilayah tersebut diguyur hujan sejak pukul 16.WIB WIB – 19.00 WIB, yang menyebabkan air sungai meluap ke pemukiman hingga setinggi lutut orang dewasa.

“Bukan hanya rumah, tetapi lahan persawahan warga juga ikut terkena dampak dari kejadian ini. Bahkan tanaman padi yang baru selesai di panen warga ikut terbawa arus air, meski belum didata, kejadian kali ini mengakibatkan kerugian yang agak lumayan,” kata salah seorang warga Pakon Hantatai, Leman.

Sementara itu, Peratin Pekon Hantatai Sarudin, yang rumahnya ikut terendam air mengatakan, saat ini air sudah mulai surut. Tetapi, belum diketahui pasti jumlah kerugian warga.

Pihaknya berharap hujan tidak kembali turun sehingga luapan banjir tidak meluas dan berdampak lebih parah lagi.

“Saya instruksikan kepada warga untuk tetap berhati-hati dan yang rumahnya terkena banjir untuk sementara mengungsi ketempat yang lebih aman,” kata dia.

Selain genangan air, warga juga semakin dipersulit dengan padamnya listrik di lokasi tersebut. Sebelumnya, pada Sabtu (7/4/18), sungai Hantatai, Pekon Hantatai,Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat meluap dan menyebabkan kurang lebih 30 rumah di Dusun Hantatai dan belasan rumah di Dusun Pemangku Bumiagung terendam banjir dengan ketinggian hingga lebih dari 1 meter.

Selain itu, ruas jalan provinsi di Pekon Hantatai juga tergerus longsor sehingga arus transportasi sempat terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan. Peratin Pekon Hantatai Sahruddin saat dihubungi, Minggu (8/4/2018) membenarkan bahwa pekonnya sempat terendam banjir sekitar lebih dari dua jam akibat luapan sungai Hantatai.

“Sabtu (7/4/2018) Hantatai dan Bumiagung bajir. Yang paling parah itu di Pemangku Hantatai lebih dari satu meter, tetapi semalam sudah surut. Jadi banjirnya sekitar dua jam lebih, kalau siang ini sudah surut,” kata Sahruddin.

Menurutnya, banjir terjadi akibat meluapnya sungai Hantatai karena tidak sanggup menampung debit air curah hujan yang terjadi sejak pagi hari.”Hujan lebat, sungai Hantatai itu sudah dangkal, jadinya air meluap menggenangi rumah penduduk,” jelas dia.

Ia berharap pemerintah setempat melakukan pengerukan dan normalisasi sungai Hantatai sepanjang lebih dari 1 km, sehingga banjir yang hampir setiap tahun terjadi di pekon tersebut bisa teratasi.”Kami berharap dilakukan normalisasi sungai yang sudah dangkal. Karena tiap tahun pekon ini jadi langganan banjir akibat luapan air sungai,” kata dia. (Mar/Lis)