oleh

Kades Tajur Diduga Telep Dana Desa

Harianpilar.com, Pesawaran – Kepala Desa Tajur (Kades), Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran Abdullah diduga menilep Dana Desa selama dua tahun yaknitahun 2016 dan tahun 2017. Warga juga telah mengadukan permasalahan tersebut Polres Pesawaran.

Perwakilan warga juga menyambangi kantor DPRD Kabupaten Pesawaran dan langsung keruangan Komisi I untuk menyampaikan pengaduannya. Setelah itu, warga bergerak ke kantor Inspektorat Pesawaran.

Warga menilai, selama menjabat sebagai kepala desa, Abdullah tidak transparan dengan masyarakat dan aparatnya. Dan selalu tertutup dengan semua anggaran yang dipergunakan untuk pekerjaan fisik. Melalui surat pengaduan tersebut, warga meminta, agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas tentang kebobrokan yang terjadi di Desa Tajur.

Kepala Desa Tajur Abdullah dinilai selama menjabat, jarang berada di Desa Tajur, lebih banyak di Bandarlampung, sehingga pelayanan administrasi mengalami kendala. Padahal, Abdullah telah menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk berdomisili di Desa Tajur.

Dana Desa untuk pemuda tahun 2016 tidak diserahkan, sedangkan tahun 2017 hanya diberikan kepada pemuda desa sebesar Rp5.000.000. Dana penyimbang adat tahun 2017 diberikan hanya Rp10.000.000.

Kemudian Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diduga kuat juga masuk ke kantong pribadi, karena sampai tahun 2017 abdulah tidak pernah mengangarkannya.

Diduga, korupsi terkait pekerjaan bronjong, dari 252 bronjong yang seharusnya dibangun hanya 194 saja. Pekerjaan tersebut sebelumnya pernah ditawarkan Abdullah kepada kepala dusun Muara Sanggi Tajur, Sabar Yanto, senilai Rp70.000.000, tetapi, Sabar menawar Rp100.000.000, ahirnya pekerjaan tersebut dikerjakan langsung oleh oknum Kades dan Sekdes.Termasuk pekerjaan lima buah gorong-gorong  yang seharusnya dikelola oleh TPK, justru dikerjakan sekdes Tajur Syarifudin atas perintah kades.

Tertutup terkait Rencana Anggaran Pembangunan (RAP) pembangunan talut pengaman banjir di Dusun Sanggi Tengah. Dengan angaran senilai Rp56.000.000, volume pekerjaan sepanjang 31 meter, tinggi 3,75 meter dan lebar 0,25 meter. Pembangunan rabat beton didusun Sanggi Tajur senilai Rp34.500.000, pembangunan drainase yang terletak didusun Tajur Induk senilai Rp18.000.000, pembangunan talut pengaman banjir didusun Kampung Sawah senilai Rp18.000.000. Kepala Desa ditengai selalu merahasiakan RAP-nya.

Warga juga mempertanyakan anggaran Dana Desa tahun 2017 sebesar Rp1,2 miliar lebih. Apakah wajar jika uang miliaran itu dibangunkan fisik sebesar Rp216.500.000. Sementara Kepala Desa  Tajur Abdullah menampik semua tuduhan tersebut.

Dia mengatakan Dana BUMDes tahun 2017 memang tidak menganggarkan karena tidak ada petunjuk. “Kami memang tidak menganggarkan dana BUMdes tahun 2017 karena tidak ada petujuk. Waktu sosialisasi di Pemkab Pesawaran saja tidak ada penegasan untuk BUMDes, katanya, Jumat (6/4/2018). (Mar/Lis)