oleh

Ladang Ganja Ditemukan di Tanggamus

Harianpilar.com, Tanggamus – Polres Tanggamus, menemukan ladang ganja di kawasan Gunung Tanggamus di Dusun Kandis, Pekon Lampung Baru, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Rabu (7/3/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebanyak 600 batang tanaman ganja yang siap panen dan 1000 bibit semaian berhasil diamankan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung bersama Polres Tanggamus.

Hal tersebut disampaikan Wadirresnarkoba Polda Lampung AKBP Wika Hardianto, Rabu (7/3/2018).

“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan, siapa pemilik dan yang menanam ganja di lokasi. Saat ini, barang buktinya sudah diamankan di Polres Tanggamus,” ujarnya.

Penemuan ladang tanaman canabis tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun Polres Tanggamus, dan penelusuran para anggota ke lokasi. “Belum ada tersangka, sementara kita masih cari saksi, warga sekitar yang dekat dengan lokasi, untuk dimintai keterangan,” katanya.

Berdasarkan penelusuran, ladang tersebut digarap Kadar. Tanaman ganja dengan ketinggian 15 cm, bahkan mencapai 2 meter.
Hal tersebut terungkap berdasarkan laporan: LP/A/   /III/2018 / Res tgms/Sek kota tagal  07  Maret 2018.

Kronologis penemuan ladang diduga ganja yakni berdasaekan informasi dari masyarakat yang sedang  memikat burung di lokasi gunung tersebut. Dia menenukan tanaman yang mencurigakan,  seperti tanaman ganja. Lalu dia memberi tahu kapada pemilik kebun Kadar. Pemilik kebun mengaku kebun tersebut sudah 3 tahun tidak digarap lagi.  Namun saksi masi ragu tanaman tersebut.  Namun saksi dapat mengatakan seperti ganja karena pernah melihat berita di televisi.

Tanaman tersebut sepertinya ada yang ngurus,  karena lahannya bersih. Atas kecurigaan tersebut warga memberikan informasi kapada Polsek Kotaagung.  Untuk memastiaknnya Kapolsek Kotaagung AKP S. lubis memerintahkan3 personilnya untuk menuju lokasi. Mereka adalah Bripka Polan,  Brikpol Made,  Briptu Yuris.

Sekitar lahan ditenukan botol bekas obat rumput dan ada bekas tempat pupuk,  diduga benar ada yang sengaja mengurusnya. Hingga saat ini pelaku belum diketahui, dan telah dilakukan pemetaan.(Mar)