oleh

UBL Hadiri Program World Class Professor

Harianpilar.com, Bandarlampung – Peran Universitas Bandar Lampung (UBL) sebagai kampus yang terus meningkatkan diri dalam mengembangkan para calon guru besar secara nasional. Terlihat dari kepercayaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) yang mengundang UBL menghadiri undangan dalam kegiatan sosialisasi program world class professor tahun 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Swisbell Harbour Bay, Jalan Duyung Sei Jodoh, Batu Ampar, Batam pada tanggal 1 Maret lalu.

Kepala Pusat Studi Mekatronik dan Otomasi UBL  Ir Riza Muhida MSc, PhD menjadi perwakilan UBL untuk hadir memenuhi undangan istimewa kegiatan tersebut. Menurut Riza, Direktorat Jenderal Sumberdaya Iptek Dan Pendidikan Tinggi menawarkan Program World Class Professor yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya manusia di Perguruan Tinggi Dalam Negeri (PT-DN) atau Lembaga Pemerintah non Kementrian (LPNK).

“World class professor adalah program dimana universitas dapat mengundang professor dari mana saja di dunia yang berkualitas untuk hadir di kampus tersebut dengan dibiayai oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia” kata Riza yang juga dosen program studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT) UBL ini via pesan elektronik, kemarin.

UBL termasuk beruntung menjadi bagian dari undangan tersebut, karena Kemenristekdikti hanya mengundang tiga universitas dari Lampung, sebagai calon percontohan pengembangan program tersebut secara nasional.

Akademisi UBL yang sukses membawa Tim Nasional Indonesia meraih perak ketika berlaga di The 19th International Robot Olympiade (IRO) 2017 di Qin Huang Dao, Provinsi Hebei, Tiongkok beberapa waktu lalu juga mengungkapkan bahwa tahun ini UBL akan mengajukan program ini, untuk mengundang professor dari luar negeri. “Rencananya UBL akan mengajukan program ini, UBL siap untuk mengikuti dan memanfaatkan program ini, kita siap untuk mengundang professor dari luar negeri untuk memberikan kuliah berupa workshop dan bimbingan di UBL selama satu bulan pada tahun 2018 ini. Hal iini juga untuk meningkatkan kerja sama riset dan publikasi bersama professor yang kita undang tersebut” jelas Riza.

Terpisah, Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA mengaku dengan terpilih dan diundangnya UBL dalam  kegiatan Sosialisasi Program World Class Professor tahun 2018, semakin melecutkan semangat dan tekad UBL  ingin menghasilkan 10 profesor lain diberbagai bidang ilmu dan kepakaran dalam beberapa tahun kedepan. Terlebih, langkah itu siap direalisasikan dengan bantuan Kopertis Wilayah II. Yakni dengan mendorong 60 dosen S3 dan bertitel Associate Profesor (Lektor Kepala) segera menyelesaikan guru besar didalam dan luar negeri. “Saat ini kami memang memiliki guru besar Prof. Dr. Lintje Anna Marpaung, S.H., M.H., sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum (FH) UBL. Tapi mereka semua ini (dosen S3), kami dorong kesana (profesor). Jika itu terjadi, progres peningkatan (gubes) UBL, bisa melonjak 100 persen,” Imbuhnya.

Yusuf mengakui percepatan guru besar dibutuhkan, tidak hanya bagi UBL tapi juga pendidikan tinggi secara nasional, karena UBL menganggap tanpa disadari di Indonesia sangat kekurangan profesor terutama diranah aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

”Profesor bukan gelar-gelaran, tapi bentuk tanggungjawab pengembangan keilmuan. Nah, sekarang kita perlu menambah jumlah guru besar, tentu dengan tidak mengurangi kualitasnya. Harapannya dari tiap (spesifikasi) ilmu ditekuni berdampak signifikan di pembangunan masyarakat. Perjuangan meraih profesor di PTS Indonesia, khususnya di daerah luar biasa (beratnya). Soalnya surat keputusan (SK) pengukuhan profesor ditandatangani Presiden. Jadi begitu luar biasa (prosesnya) mulai penyusunan dokumen dan administrasi, hingga pencapaian keluarnya SK. Alhamdulillah, berkat itu (SK) kepakaran profesor kita diakui, diseluruh dunia,” pungkasnya.

Caption foto : Akademisi UBL, Ir Riza Muhida MSc, PhD (tengah batik coklat, kelima dari kiri) bersama beberapa peserta lain menghadiriProgram World Class Professor Tahun 2018. (Mar/Lis)