Harianpilar.com, Bandarlampung – DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung menyelenggarakan perayaan ulang tahun yang ke-43 di ruang Abung kantor Pemerintahan Provinsi Lampung, Rabu 14/2/2018).
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Dekranasda Yustin Ficardo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Dewi Budi Utami, Pembina IWAPI, para Rektor Universitas di Provinsi Lampung dan kepala IWAPI kabupaten di provinsi Lampung.
Ketua DPD IWAPI provinsi Lampung Hj. Triwiyati Sunardi dalam sambutannya menekankan, perempuan harus memberikan sinergritas untuk perekonomian di Provinsi Lampung.
“Wajib hukumnya IWAPI sebarkan virus-virus kewirausahaan kepada seluruh wanita di Provinsi Lampung. Hal ini agar perempuan berdaya Indonesia berjaya,” ujarnya.
Organisasi yang berdiri sejak tahun 1975 ini dahulu bernama Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IPWI) dan kini telah diubah menjadi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).
Dalam meningkatkan perekonomian keluarga seperti tema yang diangkat pada hari ini konsisten berperan meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan untuk kesejahteraan keluarga serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Wajib hukum nya IWAPI virus virus kewirausahaan kepada seluruh wanita di provinsi Lampung karena untuk perempuan berdaya Indonesia.
Menurutnya, IWAPI juga telah berperan dalam kesuksesan perekonomian di Provinsi Lampung sehingga bisa menembus peringkat ke 2 se-Sumatera dalam pertumbuhan perekonomian tertinggi di Pulau Sumatera setelah Provinsi Bengkulu.
Ketua Dekranasda Yustin Ficardo dalam penyamapainyapun mengaku bangga. “Saya bangga kepada ibu-ibu semua karena sampai saat ini ibu-ibu sudah berhasil meningkatkan perekonomian di dalam rumah tangga maupun di Provinsi Lampung, seperti tema kita saat ini Konsisten berperan meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan untuk kesejahteraan keluarga serta pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Yustin.
Menurutnya, industri kreatif Lampung juga tidak lepas dari peran pemerintah dalam program “1 juta nama domain” untuk mendorong UKM di provinsi Lampung memasarkan produknya di media online. (Nadia/Mar)









