Harianpilar.com, Bandarlampung – Suasana pagi di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) PKK Provinsi Lampung yang beralamat di jalan Endo Suratmin, Sukarame, Bandarlampung ini sangat sejuk dan mendukung sekali untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang nyaman. Selain itu, letaknya sangat seterategis, karena berada di lingkungan pendidikan.
SLB ini didirikan tahun 1983 atas gagasan Ketua PKK Provinsi Lampung Ny. Yasir Hadibroto. Dia juga sebagai pembina sekolah tersebut. Dan seterusnya dibina oleh istri guburnur yang bertugas hingga sekarang dibawah pembinaan Yustin Ficardo.
Sistim pengajaran pendidikan di SLB ini dibagi dalam beberapa kelompok yaitu kelompok: A,B,C,D,E dimana A adalah kelompok pendidikan pengajaran buat murid Tuna Netra (gangguan penglihatan), Kelompok B adalah kelompok pengajaran khusus untuk Tuna Rungu (gangguan pendenngaran), Kelompok C dikhususkan buat Tuna Grahita (anak terlantar/glandangan/anjal), Kelompok D, buat tuna Daksa (cacat tubuh) dan yang terahir adalah kelompok E Tuna Laras, untuk anak berkebutuhan khusus seperti hyperaktif atau gangguan emosi.
“Di SLB yang saya pimpin ini untuk sementara baru melayani 2 kelompok pendidikan luar biasa yaitu; kelompok B dan C (tuna rungu dan tunja grahita),” kata salah seorang dewan guru Sugeng Rohmat, Senin (15/1/2018).
Lebih lanjut Sugeng mengatakan kesulitan yang sering ditemui dalam proses KBM khususnya di kelompok B (tuna rungu) dapat diatasi dengan bahasa isyarat tangan dibantu dengan gerakan bibir, sangat berbeda untuk sistim pengajaran tuna netra (gangguan penglihatan) biasanya dibantu dengan huruf broiler (huruf timbul).
Dalam sistim pendidikan anak – anak berkebutuhan khusus kata dia, yang bersekolah di SLB ini didukung oleh sumberdaya manusia (guru) yang berpengalaman dibidangnya.
Dia mengatakan dari kualitas pengajar yang profesional kelompok B dan C di sekolah ini banyak prestasi yang telah ditoreh oleh para siswanya, baik tingkat daerah maupun tingkat nasional khususnya dibidang seni dan olahraga.
“Dari pengamatan dan obervasi yang saya temui di SLB ini sudah cukup memadai, tetapi visi kedepannya agar seluruh kelompok pengajaran yang tersebut diatas tahap demi tahap diterapkan di lapangan sesuai dengan kebutuhan,” ujar dia.
Berdasarkan pantau di lapangan di SLB ini didukung oleh tenaga pengajar yang profesional dibidangnya serta didukung oleh berbagai pihak baik dari pembina, manjemen yang baik serta dukungan masyarakat. (Sifa/Mar)









