oleh

Perikanan Rajungan Lampung Go Internasional

Harianpilar.com, Bandarlampung – Perikanan rajungan Provinsi Lampung melenggang ke kancah internasional, diharapkan menjadi sektor penyokong kesejahterakan perekonomian di Provinsi Lampung. Gubernur Lampung melalui staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan(Ekbang) provinsi Lampung, Khoiriah kandarita mengatakan Perikanan rajungan merupakan salah satu penopang kehidupan bagi lebih dari 4.000 nelayan kecil disepanjang pesisir Timur Lampung yang meliput kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah dan Tulang Bawang.

“Industri pengolahan rajungan mulai dari unit-unit penupas rajungan(mini plant) di desa-desa di pesisir maupun di pabrik pengalengan rajungan menyerap lebih dari 3.000 orang tenaga kerja yang sebagian besar tenaga kerja perempuan,”ujarnya usai menghadiri acara sosialisasi dokumen rencana aksi Inisiatif Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan(IPPRB) tahun 2018 di Hotel Bukit Randu Bandarlampung belum lama ini.

Lanjutnya, sejauh ini Ekspor rajungan dari provinsi Lampung ke Amerika serikat pada tahun 2016 mendatangkan devisa sebesar 28,9 juta dollar Amerika atau sekitar Rp. 350 miliyar.

“Pemerintah provinsi Lampung telah menunjukkan terus berkomitmen dalam pengelolaan sumberdaya perikanan rajungan secara berkelanjutan di provinsi Lampung dengan membentuk tim inisiatif pengelolaan Perikanan Rajungan berkelanjutan melalui SK Gubernur Lampung nomor G/71/V. 19/HK/2017,”terangnya.

Tim yang merupakan tim gabungan dari berbagai pemangku kepentingan dalam perikanan rajungan meliputi unsur pemerintah daerah, nelayan, pembna, mini plant, industri pengolahan rajungan, ahli dan akademis serta masyarakat sipil.

“Provinsi Lampung menjadi penghasil rajunhan terbaik di Indonesia dengan pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.

Dengan terus adanya dorongan dan perhatian direktur pengelolaan sumber daya ikan, kementrian kelautan dan perikanan kepada provinsi Lampung khususnya sektor kelautan dan perikanan, merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Lampung, sehingga program mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan dapat cepat terwujud dan dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung.

Untuk seluruh Bupati/walikota yang daerahnya mendaptkan bantuan agar memerintahkan satuan kerja terkait dapat melakukan pembinaan, fasilitasi, dan monitoring terhadap program Inisiatif Pengelolaan Perikanan Rajungam Berkelanjutan(IPPRB) agar keberhasilan masyarakat kita dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan serta peningkatan kesejahteraan dapat dibuktikan kepada pemerintah pusat.

“Saya yakin dengan melihat besarnya potensi kelautan dan perikanan provinsi Lampung, akan terus memperhatikan sektor kelautan dan perikanan provinsi Lampung,”ujarnya.

Kepala bidang perikanan tangkap DKP Provinsi Lampung, Imam Pujono P mengatakan target provinsi Lampung menjadi penghasil rajungan terbaik se Indonesia adalah sampai tahun 2022.

“Insyaallah sampai 2022 ditargetkan Lampung bisa jadi penghasil perikanan rajungan terbaik berkelanjutan di Indonesia, maka dari itu setelah terbentuknya tim IPPRB tugas utama dari kami adalah membentuk rencana aksi dalam pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan,”tandasnya. (Ramona/Mar)