Harianpilar.com, Lampung Tengah – Masyarakat enam kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) mengeluhkan kerusakan jalan yang kian parah, bahkan sampai kini belum juga diperbaiki pemerintah setempat.
Ke enam kecamatan yang jalannya mengalami rusak parah yakni; Kecamatan Sendang Agung, Pubian, Bumi Nabung Timur, Rumbia, Seputih Surbaya dan Kecamatan Surabaya Ilir. Kondisinya hampir sama, banyak lubang besar menganga.
Maryadi, warga Sendang Mukti mengatakan Bupat Lampung Tengah Mustafa pernah berjanji tiga tahun jalan Lamteng mulus, tapi buktinya jalan Kampung Sendang Mulyo, Kecamatan Sendang Agung hingga Payung Rejo, Kecamatan Pubian kondisinya rusak parah.
Bahkan jalan Kampung Sendang Mulyo menuju Desa Sri Rahayu, Kecamatan Banyu Mas, Pringsewu kondisinya rusak parah. “Begitu kita masuk wilayah Pringsewu semua jalan mulus, beda dengan jalan di Lamteng,” katanya, Selasa (9/1/2018).
Kemudian Husin, warga Kecamatan Rumbia mengatakan jalan di kecamatan Rumbia kondisinya juga sangat memprihatinkan. “Kami minta Bupati Lamteng Mustafa memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan Sebab jalan yang bagus dapat menaikkan perekonomian warga sekitar. Hasil bumi dengan mudah dapat diangkut ke perkotaan. Lihat sendirilah kondisi jalan ini, aspalnya sudah hampir 100 persen terkelupas dan berganti tanah, dengan lubang-lubang yang dalam. Ini sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas,” kata Husin, salah seorang warga di Kecamatan Rumbia.
Jalan di Kecamatan Rumbia ini bergelombang dan membuat pengendara roda empat kerap mengalami kecelakaan. Ketika hujan turun pun lubang ataupun gelombang tidak dapat diketahui, hal ini yang membuat pengemudi harus hati-hati dalam melintasinya. Sementara saat cuaca panas debu pun berterbangan karena sapuan kendaraan yang melintas. Pemerintah setempat diharapkan dapat melakukan perbaikan atas kerusakan fasilitas jalan ini.
Menurut warga, kondisi jalan yang demikian membuat arga sebagai pemakai jalan jadi serba salah. Saat cuaca panas, debu tebal menyelimuti jalan, sebaliknya saat musim hujan, lubang-lubang itu berubah menjadi kubangan lumpur.
“Karena rawan kecelakaan, kadang kami warga berinisiatif sendiri, menambah lubang-lubang itu dengan potongan batang pohon kelapa. Karena warga khawatir kalau tidak dibuat demikian, daerah kami jadi terisolir” tambah Imam, warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas PUPR Lampung Tengah belaum berhasil dikonfirmasi. (Mar)









