oleh

Menuju Bandara Internasional, Pemrov Diminta Hibahkan Lahan 198 Hektare

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Indonesia meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung agar menghibahkan lahan seluas 198 hektare kepada bandar udara (Bandara) Radin Inten II di Branti, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel).

Perluasan areal tersebut guna untuk menunjang pengoperasian bandara berskala internasional yang hendak diresmikan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Qudrotul Ikhwan, menjelaskan proses peresmian Bandara Radin Inten II Lampung Selatan berstatus internasional terus diupayakan Pemprov dengan melengkapi persoalan teknis.

Dia mejelaskan dalam menunjang penerbangan-penerbangan ke luar negeri dengan kapasitas pesawat yang lebih besar, Kemenhub berencana kembali memperluas landasan Bandara Radin Inten II. Namun, hal itu perlu didukung Pemprov dengan penghibahan lahan yang telah dibebaskan seluas 198 hektare yang ada disekitar bandara tersebut.

“Kemenhub berharap tanah yang telah dilakukan pembebasan seluas 198 hektar itu dihibahkan. Sebab, dalam persyaratan pengembangan bandara tanahnya harus dihibahkan agar bisa dikerjakan Kemenhub,” kata Qudrotul, Jumat (5/1/2018).

Hasil rapat peningkatan status penggunaan bandara di kantor Kemenhub, Jakarta itu, lanjutnya, akan disampaikan kepada Gubernur. Dia meyakini jika orang nomor satu di Bumi Ruwa Jurai itu akan menyetujui permintaan pusat guna mempercepat terlaksananya perpanjangan landasan pacu (run way).

“Saya yakin, Gubernur tidak ada masalah untuk itu. Sebab, Gubernur menang ingin memajukan Lampung. Terpenting adalah fungsinya berjalan, masyarakat terlayani maksimal, dan kesejahteraan meningkat. Dalam pengerjaan pembebasan lahan itu juga memang ditujukan untuk perluasan bandara,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, upaya itu juga sebagai persiapan untuk peningkatan Embarkasi Antara menjadi Embarkasi Penuh yang kini telah sepenuhnya mendapatkan dukungan dari sejumlah kementerian.

“Secara teknis tidak ada yang menolak. Artinya, 100 persen sudah didukung. Namun, masih ada catatan untuk keimigrasian agar sarana ruang pemeriksaan dan peralatannya. Itu sudah teranggarkan dalam APBD dan akan segera dilengkapi. Itu kan sifatnya hanya pengadaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sisi pariwisata turut menjadi pembahasan. Sebab, sektor tersebut berhubungan erat dengan bandara internasional. Seperti, adanya hotel berbintang, keamanan, dan infrastruktur pada destinasi wisata guna menarik wisatawan mancanegara.

“Mengenai teknis sudah teratasi semuanya, seperti sektor pariwisata harus ada dukungan hotel berbintang, disisi keamanan juga selalu siap, karena kami terus berkoordinasi dengan Polda terkait situasi Kamtibmas. Contohnya, Pesisir Barat (Pesibar) sudah mendunia, tetapi infrastrukturnya perlu mendukung,” kata dia.

Melalui dukungan-dukungan lintas sektoral itu, diharapkan dapat membuat penerbangan internasional di Lampung selalu aktif. “Kami ingin angkat bukan hanya wisatawan lokal saja, tetapi lebih luas lagi yakni wisatawan mancanegara yang berkaitan dengan bandara internasional ini,” jelas dia. (Maryadi)