Harianpilar.com, Mesuji – Bupati Mesuji Khamami, melarang kepala desa dan perangkat desa memotong atau menarik dana apapun terhadap bantuan yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Mesuji kepada masyarakat.
Hal itu terungkap saat mengevaluasi anggaran pendapatan dan belanja desa tahun 2017 Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (PMD) saat mengelar rakordes tingkat Kabupaten Mesuji di Desa Simpang, Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Kamis (21/12/2017).
Turut hadir Wakil Bupati Mesuji Sapli. TH, perwakilan Bank BRI cabang Tulangbawang Arif, Tenaga Ahli Madya Pengembagan Kapasitas Provinsi Lampung Zulkarnain, Kepala Dinas Pemerdayaan Desa Sunardi Sukau. SE, seluruh kades, seluruh pendamping di setiap desa serta camat dan aparatur desa se-Kabupaten Mesuji.
Khamamik meminta kepada seluruh kepala desa agar menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) sesuai degan peruntukannya. Bagi seluruh peserta yang hadir agar selalu kompak dan bekerja sama untuk membangun Kabupaten Mesuji.
“Saya tegaskan kepada aparatur desa se-Kabupaten Mesuji agar tidak memungut atau memotong bantuan yang dikucurkan kepada masyarakat, seperti halnya bantuan bedah rumah layak huni (Barulahu) atau bantuan yang diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu. Jika ada aparatur desa yang memungut biaya dari bantuan tersebut saya akan murka dan memprosesnya ini bantuan bagi masyarakat tidak mampu degan harapan agar masyarakat tersebut sejahtera,” jelas Khamami.
Takhanya itu, Khamami juga mencontohkan bahwa sudah ada yang terjadi di Desa Sungai Buaya, Kecamatan Mesuji Timur yang mendapat bantuan, kemudian bantuan tersebut dipungut oleh aparatur desa setempat.
“Ada dua pamong yang saya datangi dan saya suruh kembalikan pungutan tersebut. Kita ini berjuang untuk masyarakat, bukan sebaliknya semakin menyusahkan masyarakat,” jelas Khamamik.
Tidak hanya itu, Khamami juga mengingatkan kades agar memperhatikan pembangunan, tergantung dari pemimpin untuk pendekatanya kepada pemerintah daerah, di karenakan banyak sekali kepala desa yang kerjaanya cuma keluar, bukanya ke pemda mencari solusi untuk kemajuan desa, akan tetapi hanya nongkrong-nongkrong di tempat hiburan.
“Bupati menghimbang kepada kepala desa agar mementingkan desa yang dipimpinnya, bukanya untuk mementingkan kesenangan pribadi. Karena seorang pemimpinlah yang bisa memajukan daerah yang dipimpinnya,” tukasnya. (Sandri/Mar)









