oleh

Damkar Tanggamus Memprihatinkan

Harianpilar.com, Tanggamus – Kondisi armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanggamus jauh dari Standar Operating Prosedure (SOP). Selain minim sarana dan prasarana, damkar juga sangat minim anggaran pemeliharaan.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Damkar Tanggamus, Jon Awaludin, mengatakan, banyaknya kendala dilapangan dalam penanganan kebakaran di Kabupaten Tanggamus selama ini karena masih minimnya sarana dan prasarana Damkar.

“Dari pelimpahan BPBD Tanggamus, Damkar memiliki 5 unit kendaraan, 1 unit mobil pick up dan 4 unit mobil pemadam Brandweer yang berumur sudah cukup tua yaitu tahun 2004, itupun diterima dengan kondisi sudah memprihatinkan, bahkan satu unit brandweer dalam kondisi rusak berat, sehingga tidak dapat difungsikan,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (21/11/2017).

Menurut Jon Awaludin, anggaran perawatan kendaraan tersebut untuk tahun 2017 ini hanya untuk 2 unit mobil, sehingga fungsinya tidak maksimal.

“Ditambah lagi kendala dilapangan, penyediaan air bersih di area kebakaran masih sangat jarang, sehingga petugas mengisi tengki air dengan sembarang air, yang berakibat pada kerusakan alat seperti alkon karena tersumbat kotoran,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Jon Awaludin, keterlambatan kedatangan mobil pemadam pada saat terjadi kebakaran salah satu faktor penyebabnya adalah jarak tempuh, mengingat pos siaga di Kabupaten Tanggamus hanya di dua Kecamatan.

“Pos Talang padang 1 unit mobil pemadam lalu di Kecamatan Kota agung Pusat 2 unit mobil, itu untuk membek-up satu Kabupaten, sementara di Kabupaten Tanggamus ini ada 20 Kecamatan,” katanya pula.

Keprihatinan itu juga diakui oleh Yuzirwan, Kasi Linmas dan Damkar yang bertindak langsung dalam penanganan dilapangan mengatakan, selain kurangnya mobil pemadam, alat alat pendukung lainya masih sangat minim bahkan belum ada.

“Perlengkapan keselamatan bagi petugaspun tidak ada, seperti baju anti api saja hanya ada 2 buah itupun bawaan mobil, helm, sepatu but apalagi baju anti panas itu tidak ada sama sekali,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Yuzirwan, pihaknya sangat berharap Pemkab Tanggamus juga DPRD Tanggamus untuk memperhatikan keadaan tersebut, sebab pemadam kebakaran adalah masalah krusial dan sangat penting. “Kami berharap agar dapat jadi perhatian oleh pihak pihak terkait, karena dilapangan kami selalu mendapat protes dan keluhan dari masyarakat, sedangkan keadaan kami juga masih jauh dari kata baik, sehebat apapun petugas kami kalau peralatan saja tidak mendukung akan berpengaruh pada kinerja kami,” harapnya. (Imron/Agus)