oleh

Setelah OTT Pungli, Terkuak ‘Kebobrokan’ Proyek Dinkes Lamtim

Harianpilar.com, Bandarlampung – Belum hilang dari ingatan publik kehebohan tertangkap tangannya oknum staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Timur (Lamtim) melakukan pungli dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diduga atas perintah Kadinkes saat itu dr. Evi Darwati. Kini terkuak pengerjaan proyek milik Dinkes Lamtim yang diduga kuat sarat penyimpangan.

Proyek milik Dinkes Lamtim tahun 2017 yang menelan dana miliaran disinyalir dikerjakan tidak sesuai ketentuan, terutama dalam penggunaan material seperti penggunaan besi baik besi cincin, besi batangan, jarak kuda-kuda rangka baja. Bahkan adukan material untuk cor tiang diduga kuat tidak proporsional karena terlihat sangat rapuh.

Kondisi itu di temukan pada proyek Pengadaan Konstruksi Gedung Rawat Inap Puskesmas Purbolinggo senilai Rp1,5 Miliar yang di kerjakan CV. Nanda Jaya. Kuat dugaan pengerjaan proyek ini tidak sesuai speksifikasi yang di tentukan.

Sebab, bangunan ini diduga kuat menggunakan besi cincin 6 Inc, dan besi batangan tiang 10 non SNI alias banci. Bahkan adukan material untuk cor tiang diduga kuat tidak proporsional dan kekuatanya meragukan. Begitu juga kedalaman pondasi bangunan patut diduga tidak sesuai yang ditentukan.

Parahnya lagi, jarak kuda-kuda rangka baja bangunan ini diduga kuat tidak sesuai standar. Sebab standar jarak kuda-kuda untuk bangunan pemerintah 120 Cm, namun bangunan itu diduga kuat sekitar 170 Cm lebih, dan plapon yang digunakan bukan GRC.

“Jika proyek dari penggunaan materialnya terindikasi bermasalah, maka kualitas bangunannya akan buruk. Penggunaan material seperti besi, rangka baja, adukan semen pasir, dan lainnya harus sesuai rencana belanja anggaran (RAB) dalam kontrak,” ujar Devisi Kajian Sentral Investigasi Korupsi Akuntabilitas dan HAM (SIKK-HAM), JH Hipni, saat dimintai tanggapannya, Minggu (5/11/2017).

Jika melihat gambar- gambar proyek itu, lanjutnya, maka sangat wajar jika material yang digunakan yakni besi, adukan dan rangka baja dicurigai tidak sesuai spesifikasi yang di tentukan. Sebab terlihat kondisi dan kualitasnya sangat meragukan.”Besinya di gambar itu terlihat sangat kecil ukuran 6 Inc untuk cinci, besi batang juga terlihat seperti besi banci. Begitu juga jarak kuda-kuda terlalu jarang. Jika kondisi proyek itu benar seperti di foto-foto itu maka sangat wajar jika muncul kecurigaan ada penyimpangan dalam pengerjaan proyek itu,” cetusnya.

Menurutnya, Dinkes Lamtim dan rekanan yang mengerjakan proyek itu harus berani terbuka dan transparan untuk mematahkan semua kecurigaan dan dugaan itu.”Buka saja dokumen-dokumennya ke publik, seperti gambar, RAB kontrak, surat perintah kerja, dan lainnya itu kan dokumen publik. Kalau Dinkes dan rekanan tidak berani membuka dokumen-dokumen itu berarti ada yang di tutupi, dan bisa jadi semua dugaan itu benar,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinskes Lamtim, Drs Mirwansyah, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.(Maryadi)