Harianpilar.com, Tanggamus – Pasca terjadinya banjir bandang yang merendam sedikitnya 5 pekon di Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus, warga sekitar bergotong royong membersihkan matrial banjir yang merendam tempat tinggal mereka.
Marhanah (54) warga Dusun Harapan Jaya, Pekon Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan kini sibuk merapikan rumahnya pasca banjir yang menerjang enam pekon di dua kecamatan setempat.
Ketika ditemui,wanita paruh baya tersebut tengah menata sisa-sisa perabotan dapur yang berantakan akibat hantaman banjir, dan mengakibatkan jebolnya tembok pemisah antara ruang utama dan dapur.
“Tembok dinding ini jebol akibat hantaman banjir kemarin, saat ini dibiarkan begitu saja karena belum bisa diperbaiki cepat,” kata Marhanah, Sabtu (28/10/2017).
Seluruh warga tidak menyangka apabila, mereka harus mengalami kondisi seperti ini. Sebelum kejadian warga tidak ada firasat atau tanda-tanda adanya bencana. Semuanya berlangsung seperti biasa, akan tetapi memang insentitas hujan yang mengguyur di wilayah tersebut cukup deras mulai pukul 04.30 wib.karna bagi warga hujan itu dianggap lumrah terjadi sehingga tidak menghambat aktiftas warga yang kesehariannya melaut.
“Ya normal saja, bapaknya melaut dan saya memasak untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga pada saat banjir, tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan, hanya pakaian di badan saja, selebihnya barang-barang perabotan hanyut terbawa air,” terang Marhanah.
Marhamah menceritakan, banjir mulai menggenangi rumah-rumah penduduk, sekitar pukul 7.00, Kamis pagi. Saat itu ia sedang beraktifitas seperti biasa yakni memasak untuk kebutuhan sehari-hari, saat itu ketinggian air masih sekitar 50 cm, lantas dirinya menyelamatkan barang serta perabotan rumah tangga ketempat yang lebih tinggi.
“Besarnya luapan air sungai, hingga merobohkan dapur rumah saya, dan rumah penduduk yang lain sekitar pukul 9.00 wib, saat itu saya lari ke tempat yang aman bersama warga lainnya, hanya pakaian dibadan saja yang saya kenakan, dan yang terpenting anak saya, dan orang tua saya selamat dari luapan air,” kata Marhanah dengan mata berkaca-kaca.
Selain disibukan dengan bersih-bersih rumah dari matrial banjir, warga juga tengah menunggu antrian pembagian bantuan yang dipusatkan di SMAN 1 Kelumbayan.
Endah salah satu warga yang terdampak banjir menerangkan, jika ia baru saja selesai membersihkan rumahnya dari sisa-sisa lumpur dan air yang menggenangi rumahnya, tak jauh dari SMAN 1 Kelumbayan.
“Tadi lagi beres-beres rumah, ada saudara yang bilang kalau ada pembagian bantuan di sekolahan sehingga saya ke sini,” ujarnya.
Bantuan yang sudah terkumpul di posko depan kantor kecamatan, meliputi bahan makanan, berupa mie instan, beras, roti, minyak, makanan kaleng, air mineral. Lalu pakaian layak pakai sebanyak puluhan karung, selimut, alas tempat tidur, semua bantuan ditampung didalam tenda BNPB yang berukuran besar. Selain itu didirikan juga posko kesehatan diberbagai titik yang terdampak banjir.
Banjir ini merupakan banjir terbesar, karena menerjang lima pekon di Kecamatan Kelumbayan, yakni, Pekon Penyandingan, Napal, Pekon Unggak, Kiluan Negeri dan Paku. Ditambah satu Pekon di Kecamatan Kelumbayan Barat, yakni Pekon Sidoharjo.
Jumlah rumah di pekon Napal, yang mengalami rusak berat yakni 33 rumah, rusak ringan 48, jumlah jiwa yang terdampak 81 jiwa, sedangkan rumah yang terdampak luapan air yakni 400 rumah. Sementara di Pekon Penyandingan sebanyak 284 rumah, satu unit sekolah SD, jembatan dan kantor Syahbandar terkena dampak banjir, di Pekon Unggak, 80 rumah dan seluas 20 hektar sawah juga terkena dampaknya, lalu Kelumbayan Negeri dan Umbar tergenang air 50 sampai 70 cm. Lalu pekon Sidoharjo akibat banjir 200 rumah terkena dampaknya, dan satu rumah rusak ringan.
Wakil Bupati Tanggamus, Hi. Samsul Hadi, didampingi Sekda Tanggamus, Andi Wijaya, Wakil TP PKK, dan Ketua Dharma wanita Tanggamus, serta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), hadir memberikan bantuan, semangat dan motivasi kepada warga yang menjadi korban dan dampak banjir tersebut.
“Musibah ini datangnya dari Allah, dan kita semua tidak ada yang dapat menghalanginya, yang terpenting kita jangan larut dalam kesedihan, lakukan aktifitas seperti biasanya, dan bangkit untuk menyongsong hari esok yang lebih baik, dan hari ini Pemda Tanggamus, dan masyarakat Tanggamus, serta beberapa perusahaan menyalurkan bantuan ala kadarnya, ini diharapkan dapat diterima dan bantuan tentunya tidak akan memenuhi kebutuhan akan tetapi paling tidak dapat meringankan beban masyarakat Kelumbayan dan Kelumbayan Barat yang terkena banjir,” ungkapnya.
Pemberian bantuan secara simbolis dipusatkan di SMAN 1 Kelumbayan. Warga yang mayoritas ibu-ibu, rela duduk berdesakan di salah satu gedung sekolah tersebut, guna mendengarkan arahan, motivasi dan semangat yang disampaikan oleh Wabup, dan Sekda Tanggamus, usai pengarahan bantuan simbolis diberikan kepada masing-masing kepala pekon yang wilayahnya terdampak banjir, Wabup serta rombongan melihat langsung rumah warga yang di terjang banjir di Pekon Penyandingan.
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang merendam ratusan rumah di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Kamis pagi (26/10/2017) .
Kelima pekon yang terdampak banjir adalah Pekon Napal, Penyandingan, Negeri Kelumbayan, Susuk dan Paku. Air datang dari sungai Napal dan Penyandingan sejak jam 04.00 WiB dini hari, air meluap dengan cepat dan tidak mampu ditampung badan sungai. Luapan air sungai diperkirakan terjadi karena hujan deras yang terjadi di hulu.
Menurut Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Kelumbayan Samsuddin, air yang menerjang pemukiman warga di Lima Pekon banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena air datang pada dini hari saat masih banyak warga yang terlelap tidur.
“Belum diketahui berapa warga yang menjadi korban, kepala-kepala dusun masih melakukan pendataan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Pekon Umbar.
Menurutnya, ketinggian air mencapai empat meter, terutama rumah yang berada dibantaran sungai, sementara ada yang juga yang dua meter.
“Tidak hanya rumah, banjir juga merendam sekolah, puskesmas dan tempat ibadah,” ungkap Samsuddin.
Ia melanjutkan, para korban masih menyalamatkan diri ke daerah yang lebih aman, sementara untuk korban belum diketahui. Pasalnya, semua akses jalan masih terputus karena terendam begitu juga listrik sejak banjir langsung mati.
“Yang pastinya lima pekon itu masih dikepung banjir, semua akses putus total,” kata Samsuddin.
Tidak hanya itu, akses jalan dari Pekon Paku menuju Umbar putus akibat longsor. Pristiwa ini berbarengan dengan banjir yang menimpa lima pekon itu.
“Kami gak bisa kemana-mana sebab semua akses jalan putus. Bahkan, komunikasi saja kami kesulitan karena jaringan telekomunikasi terputus,” ujarnya. (Agus).









