oleh

Curah Hujan Tinggi, Jalan Lintas Tanggamus Kembali Longsor

Harianpilar.com, Tanggamus – Lagi, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanggamus dari pukul 10.00 WIB, Senin (16/10/2017) menyebabkan dinding bukit di Jalan Lintas Pesisir Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau longsor sehingga menutup akses jalan. Hal tersebut diperparah dengan rusaknya hutan marga disekitar tempat kejadian, sehingga material longsor baik itu kayu maupun lumpur menutupi badan jalan.

Akibat longsor tersebut ruas jalan penghubung kecamatan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat (mobil) bahkan kendaraan roda dua pun harus ekstra hati-hati, hingga pukul 17.00 wib sore.

Sebelumnya, pada Minggu (8/10/2017) longsor juga terjadi di Jalan Lintas Pesisir Pekon Tegineneng Kecamatan Limau.

Camat Limau Mahfuz menyampaikan, longsor kembali terjadi, akibat hujan yang terus menerus mengguyur dari pukul 10.00, diperparah dengan rusaknya hutan marga disekitar tempat kejadian longsor, sehingga material longsor baik itu kayu maupun lumpur menutupi badan jalan.

“Akses jalan tidak bisa dilalui karena, material longsor yakni lumpur dan kayu masih menutupi badan jalan, sampai saat ini juga masih hujan, dan rencananya besok kita akan gotong-royong, kalau sekarang belum, takutnya ada longsor susulan,” kata Mahfuz.

Ia menambahkan, kondisi hutan marga yang berada disekitar tempat terjadinya longsor memang sudah rusak, hal itu karena rencananya hutan tersebut akan ditanami kayu sengon oleh warga. Akan tetapi sangat disayangkan hampir semua kayu telah ditebangi sehingga longsor dengan mudah terjadi.

“Seharusnya kalaupun memang akan ditanami kayu oleh warga, dibagian tepi jalan, kayunya jangan ditebang, sehingga longsor tidak sampai menutupi jalan, saat ini kan tidak semuanya sudah ditebangi, ini kejadian kedua kalinya setelah sebelumnya juga sempat longsor,” ujarnya.

Ia menambahkan selain longsor, akibat hujan turun dengan waktu yang lama. Juga menyebabkan sisi disungai Wai Limau tepatnya di Pekon Ampai juga tergerus, dikhawatirkan apabila tidak ada langkah normalisasi maka bangunan gedung penyuluh petugas lapangan keluarga berencana (PLKB)  akan terkena imbasnya.

“Hujan sekali saja dengan waktu yang lama gedung PLKB di Pekon Ampai akan terkena banjir, untuk itu kita harapkan sungai tersebut bisa dinormalisasi, memang dahulunya sempat dibronjong akan tetap sudah jebol, dan badan sungai juga menjadi terkikis,” tandasnya. (Agus/Maryadi)