oleh

Banjir Hantam Gedung SDN1 Belu

Harianpilar.com, Tanggamus – Banjir yang melanda Pekon Belu, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus pada Minggu malam, mengakibatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pekon Belu dihentikan untuk sementara.

Hal itu karena banjir yang terjadi Minggu (24/9/2017) sekira pukul 23.00 WIB tersebut merendam ruang rombongan belajar (Rombel), perpustakaan serta kantor sekolah dengan ketinggian air mencapai 40 cm. Sehingga mengakibatkan alat belajar mengajar diruang itu rusak berat.

Menurut Kepala SDN 1 Belu Sutono, S.Pd banjir terjadi bukan hanya karena guyuran hujan lebat di malam itu saja, melainkan karena tanggul sungai Way Belu yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi sekolah jebol.

“Semalam memang terjadi hujan yang cukup deras, sedangkan sekolah kita sudah di pagar keliling, walau pun hujan deras air tidak akan masuk, tetapi karna tanggul sungai Way Belu jebol sehingga air yang berasal dari sungai tersebut meluap dan masuk ke lokasi Sekolah,” kata Sutono, Senin (25/9/2017).

Selain kegiatan belajar mengajar, kata Kepsek, genangan air yang masuk juga mengakibatkan ratusan buku pelajaran Kurikulum tahun 2013 (Kurtilas) yang di anggarkan dari dana BOS, buku perpustakaan dari Pemerintah dan buku prefensi, sekitar 400 examplar yang terletak di rak perpustakaan paling bawah rusak parah.

“Selain itu juga masih ada berkas berkas penting, bahan Akreditasi 90 map, buku lapor siswa kelas 5 sebanyak 24 buah dan alat musik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sutono menjelaskan, untuk mengurangi dampak kerugian akibat banjir, pihaknya saat ini tengah berupaya untuk memilah buku buku yang masih bisa di gunakan.

“Saat ini kita berupaya untuk mengeringkan buku agar bisa di gunakan kembali, mudah mudahan jika kering bisa digunakan kembali,” kata dia.

Sutono berharap, karna letak sekolah yang di apit oleh dua sungai, yakni sungai way awi dan sungai Way Belu sehingga membuat sekolah tersebut menjadi langganan banjir, untuk itu agar pihak pihak terkait dapat mengatasi permasalahan yang di alami sekolahnya.

“Ini bukan yang pertama mas, di tahun 2013 juga pernah terjadi, Tanggul inikan urusan Kabupaten, jadi harus ada kerja sama antara Pekon dan Kabupaten, dan kita juga akan berkordinasi dengan Dinas terkait untuk dapat segera menyelesaikan masalah tersebut,” harapnya.

Pemkab Tanggamus telah menurunkan pihak-pihak terkait untuk meninjau lokasi dan mencari tahu penyebab meluapnya air sungai tersebut kepemukiman warga.

Menurut Asisten Bidang Pemerintahan Paksi Marga mengatakan bahwa Pemkab Tanggamus telah menurunkan Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak Kecamatan hingga unsur Pekon untuk meninjau lokasi banjir.

“Kami sudah menurunkan pihak-pihak terkait untuk meninjau lokasi, terutama kita mengerahkan bidang kedaruratan BPBD supaya melihat apa penyebab terjadinya banjir yang mengakibatkan terendamnya SDN 1 Belu tersebut,” ujarnya, Senin (25/9/2017).

Kemudian, masih kata Pakai, menurut keterangan warga yang menyebabkan air sungai itu masuk karena adanya tanggul sungai yang rusak atau jebol akan dipelajari terlebih dahulu.

“Makanya akan kita lihat dahulu apa penyebabnya, kalau karena tanggul yang rusak maka akan kita upacara untuk diperbaiki, masalah waktunya harus segera, mengingat saat ini memasuki musim pengujian, jangan sampai hal itu terjadi lagi hingga mengakibatkan korban,” katanya.

Selanjutnya Paksi mengaku, pihaknya menurunkan Dinas Pendidikan karena saat ini siswa Sekolah sedang menghadapi waktu Ujian Sekolah, agar pihak terkait dapat mencarikan solusi cepat agar tidak menghambat kegiatan belajar mengajar siswa.

“Bila gedung Sekolah tersebut belum bisa dipakai, kami berharap Dinas dan Kepala Sekolah mencarikan solusinya, entah dengan menyewa rumah warga atau gedung sementara, supaya kegiatan ujian sekolah itu tidak terganggu,” ungkap Paksi.

Lebih lanjut Paksi Marga mengatakan apabila permasalahan kondisi tanggul yang rusak mengingat kerusakan itu sudah dua kali terjadi, maka pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak terkait untuk pembangunan kedepannya agar tidak terjadi lagi.

“Nanti kita lihat kesalahannya dimana, tapi untuk saat ini kita harus bertindak cepat dahulu, untuk dananya kita akan pakai dana kedaruratan sesuai dengan kondisi dilarang yang lagi darurat,” terangnya.

Sedangkan ada atau tidaknya anggaran kedaruratan saat ini, Paksi mengaku akan mencarikan solusi dengan cara berkoordinasi dengan pihak ketiga.

“Saya tidak bisa memastikan ada tidaknya dana anggaran kedaruratan saat ini, kalaupun tidak ada, kan bisa kita melibatkan pihak ketiga untuk mengerjakan dahulu lalu kemudian baru kita anggarkan berikutnya, yang jelas saat ini kondisinya darurat, jadi harus cepat sebelum terjadi banjir susulan yang menimbulkan akibat yang lebih parah lagi,” tukasnya. (Agus/Maryadi)