Harianpilar.com, Bandarlampung – Dalam sepekan ini Partai Amanat Nasional (PAN) ‘menggegerkan’ perpolitikan Lampung dengan menerbitkan rekomendasi dukungan kepada bakal calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan menggelar musyawarah wilayah luar biasa (Muswillub) dengan melengserkan Bachtiar Basri dan menunjuk Zainudin Hasan sebagai Ketua DPW PAN Lampung.
Dua kebijakan itu dinilai tidak mencerminkan PAN sebagai partai modern. Sebaliknya justru semakin meneguhkan prilaku umum parpol yang tidak demokratis.
Sebab, penunjukan Zainudin Hasan yang merupakan adik kandung Ketum PAN Zulkifli Hasan sebagai Ketua DPW PAN Lampung menunjukkan kecenderungan penguasaan parpol secara kekeluargaan. Dimana Ketua DPD PAN Lampung Selatan juga dijabat oleh adik kandung Zulkifli Hasan yakni Ahmad Fatoni.
Sementara, rekomendasi PAN ke Arinal Djunaidi disinyalir ada pengaruh perusahaan besar di Lampung yakni Sugar Group yang selama ini disebut-sebut sebagai penyandang dana Arinal Djunaidi.
Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila), Dedi Hermawan, menilai fenomena yang terjadi di PAN Lampung belakangan ini memang masih menjadi ciri umum partai politik di Indonesia termasuk PAN. Semestinya PAN bisa menjadi partai politik yang berbeda dan mengalami kemajuan dari tradisional ke modern dengan unsur demokrasi yang kuat.
“Harus diminamilisasi unsur kekeluargaan dalam partai politik. Seharusnya PAN bisa menjadi contoh untuk menjadi partai yang demokratis bukan sebaliknya,” jelasnya melalui telepon selulernya, Minggu (17/8/2017).
Terkait dengan rekomendasi PAN ke Arinal, lanjutnya, bisa jadi karena ada campur tangan kalangan pengusaha di Lampung. Sebab keputusan itu untuk mengakomodasi kepentingan-kepentingan dari berbagai pihak yang berkepentingan.
“Bisa jadi keputusan yang diambil PAN ada campur tangan salah satu pihak kalangan pengusaha. Sangat disayangkan bila suatu partai menentukan pilihan karena ada campur tangan pihak ketiga,” cetusnya.
Seperti diketahui, Minggu (17/8/2017) DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung menggelar Muswil Luar Biasa, di Swisbell Hotel.
Muswil Luar Biasa tanpa dihadiri Ketua DPW PAN Lampung Bachtiar Basri itu dilakukan secara tertutup dan menghasilkan Zainudin Hasan sebagai Ketua DPW PAN Lampung terpilih.
Dalam Muswillub itu tidak semua pengurus PAN bisa masuk ke arena musyawarah karena tertutup bagi siapapun. Hanya undangan resmi yang diperbolehkan masuk.
Sebelum menetapkan Zainudin Hasan, Muswillub terlebih dahulu menetapkan lima anggota formatur, mereka adalah, Zainudin Hasan unsur DPP PAN, Iswan Hendicaya unsur DPW PAN, dan tiga unsur DPD PAN, yakni Wahyu Lesmono, Rozali dan Tedi Kurniawan.
Terpisah Wakil ketua PAN Husnul Mafachir mengatakan, seharusnya Musyawarah wilayah (Muswil) dilakukan sebelum akhir September.
Sedangkan isu yang mengatakan bahwa Ketua DPW PAN masih dipimpin Bachtiar Basri.” Saya, belum dapat surat atau kabar kalau pak Bachtir mundur, beliau masih memimpin rapat kemarin di Lamsel dan semalam saya bertemu beliau juga tidak mengatakan apa-apa,” pungkasnya. (Maryadi)









