Harianpilar.com, Pesawaran – Sebanyak 13.283 keluarga miskin di Kabupaten Pesawaran tahun 2017 tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos RI. Namun disayangkan, dana yang digelontorkan pemerintah pusat sebanyak Rp 6.803.000.000 untuk mengurangi beban rumah tangga miskin dan untuk mengentaskan mata rantai kemiskinan antar generasi tersebut, dinilai belum sepenuhnya dapat dirasakan dan maksimal.
Hal tersebut lantaran penyaluran dan pendistribusian penerima PKH tahun 2017 mengalami perubahan dan pengurangan komponen dibanding tahun sebelumnya. Dimana tahun sebelumnya bantuan dana PKH/KPM dihitung berdasarkan setiap Komponen KPM,tahun 2017 menurut Kordinator PKH Pesawaran, Iskar, S.Sos, pemerintah pusat melalui Kemensos mengcatting jumlah komponen menjadi dua komponen saja. Dengan kategori bantuan untuk umum yakni Rp1.850 ribu/tahun dan untuk penyandang cacat (disabilitas) Rp2 juta/tahun.
Sementara terkait data KPM-PKH, Iskar mengaku, jika data KPM yang dipergunakan masih memberlakukan dan menggunakan data tahun 2015.
“Kementrian Sosial menyamaratakan bantuan tersebut. Dan itu berlaku untuk seluruh Indonesia. Sedangkan nilai bantuan dikategorikan menjadi dua komponen. Untuk umum dianggarkan Rp1850 ribu/tahun. Sedangkan untuk distabilitas dianggarkan Rp2 juta/tahun,” terang, Iskar, sewaktu dikonfirmasi terkait penyaluran PKH di kantor Dinsos Pesawaran, Selasa (29/8/2017).
Namun kendati demikian, kata Iskar menjelaskan, bantuan PKH bagi KPM dari dua komponen yang dimaksud, para KPM-PKH hanya mendapatkan dan menerima bantuan hanya satu dari dua komponen tersebut.
“Dari dua komponen itu, KPM berhak menerima bantuan satu komponen saja. Kalau dia mendapat bantuan umum, maka untuk distabilitas tidak include sebagai penerima bantuan, begitupun sebaliknya,” ungkap Iskar.
Selanjutnya Iskar menerangkan, terkait penyaluran dan pendistribusian PKH di 11 kecamatan untuk penyaluran 3 triwulan di tahun 2017 ini masih belum clear secara keseluruhan. Dia menyebut, dana 3 triwulan yang telah selesai disalurkan yaitu Kecamatan Negerikaron, Waylima, Kedondong, Wayrilau, dan Tegineneng. Sedangkan untuk Kecamatan Gedongtataan baru tersalurkan 2 triwulan. Sementara untuk 5 kecamatan dipesisir pantai seperti Kecamatan Teluk Pandan, Wayratai, Padangcermin dan Marga Punduh serta Punduh Pidada baru tersalurkan 1 triwulan. Namun begitu, pihaknya berjanji diakhir Agustus ini penyaluran PKH dapat segera dituntaskan.
“Sesuai intruksi Kemensos pada tanggal 31 Agustus penyaluran PKH triwulan ke tiga sudah terserap dan diterima oleh KPM,” imbuhnya.
Kemudian saat disinggung terkait bukti resi penarikan bantuan dari Bank Mandiri, mengapa tidak diterima oleh warga KPM-PKH. Iskar berdalih jika resi penarikan merupakan kewenangan dari pihak Bank.
“Memang secara keseluruhan penyaluran dan pendistribusian bantuan ditempatkan dikantor camat. Mengingat tempat tidak memadai, jika ditempatkan di Bank Mandiri. Adapun masalah resi penarikan silahkan dipertanyakan dengan pihak Bank. Karena kami sifatnya hanya pendamping saja,” dalihnya.
Sekedar diketahui, Keluarga Penerima Manfaat bantuan PKH diwilayah Kabupaten Pesawaran yang tersebar di 11 kecamatan ditahun 2017 berdasarkan data KPM tahun 2015 terinci sebagai berikut, jumlah ibu hamil sebanyak 350 orang, jumlah balita 5.369 orang, jumlah Apras 172 orang, jumlah anak SD 10.954 orang, jumlah anak SMP 5.843 orang, jumlah anak SMA 3.072 orang, jumlah lansia 550 orang, dan jumlah Disabilitas sebanyak 67 orang. (Fahmi/Mar)









