Harianpilar.com, Bandarlampung – Meski seluruh kader PDIP Lampung, menolak keberadaan Sudin sebagai Ketua DPD PDIP Lampung, DPP PDIP memutuskan beberapa calon pengurus baru dan struktur baru di DPD PDIP Lampung.
Ketua DPD PDIP Lampung Sudin mengaku tidak ada pro dan kontra di tubuh DPD PDIP Lampung dengan terpilih dirinya sebagai ketua DPD PDIP Lampung.
“Apa yang dipermasalahkan. Marilah kita menyatukan langkah membesarkan partai. Saya tidak merebut jabatan siapapun, jabatan itu kosong. Itu sudah menjadi ketentuan ibu Ketum. Mengenai pro dan kontra di partai itu biasa terjadi,” jelasnya melalui telepon selulernya, Minggu (27/8/2017).
Pada demo di DPD PDIP Sabtu (26/8) banyak simpatisan, bukan seluruh kader dari DPC ataupun PAC. “Kalau ada itu juga tidak semua pengurus PDIP yang ikut,” katanya.
Anggota DPR RI itu menjelaskan, seharusnya bila ada penolakan kenapa tidak pada saat Ketum DPP memutuskan.”Waktu DPP memutuskan seluruh DPC dipanggil dan menerima, seharusnya apabila kita tidak setuju ada penolakan saat saya ditunjuk,” terangnya.
“Kalau kita mengaku sebagai senior partai, pengurus partai apa keputusan Ketum bila menyetujui, maka harus bisa menjalankan dan melaksanakan keputusan itu,” terangnya.
Saat ini yang terpenting bagaimana caranya PDIP bisa menjadi nomor satu di Lampung. “Saat ini yang terpenting kiita bisa menyusun program, apalagi saat ini Pilkada sudah didepan mata bagaiman caranya kita bisa mensukseskan dan membuat PDIP menjadi nomor satu dan bisa berkonolidasi dengan baik,” ucapnya.
Sudin berharap PDIP bisa solid, bersatu dan bisa membangun PDIP menjadi yang pertama, tanpa ada perselisihan.”Ya, kalau ada konflik dalam partai itu biasa, tapi bagaimana caranya tidak semakin meradang,” katanya.
Sementara itu, para kader PDIP Lampung diminta harus mematuhi keputusan DPP PDIP terkait ditetapkannya Ketua DPD PDIP Lampung Sudin.
Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI I Komang Koheri mengatakan, keputusan DPP PDIP sudah sesuai pertimbingan.
Penugasan yang sudah ditunjuk Organisasi di PDIP wajib mendukung setiap keputusan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung menjelaskan, penugasan yang sudah diperintahkan DPP semua kader wajib mendukung keputusan. Sebab, keputusan DPP merupahkan kolektif dan kolegial.
Menurutnya, keputusan Megawati Soekarno Putri wajib para kader dari struktur ranting untuk mematuhinya. “Sampai sekarang kita solid tak ada gejolak,” kata Komang saat di temui di DPRD Provinsi Lampung, Senin (28/8/2017).
Dengan sudah ditertibkan SK wajib para kader melaksanakan tugas tidak ada tawar menawar. “Suka tidak suka dan terpilihnya Sudin dinilai DPP sudah segala resiko,” katanya.
Komang mengaku nama Sudin yang menjadi Ketua DPD PDIP sudah sesuai pancasila. “Ya itu lah PDIP Pancasila. Jadi tak ada ras,” kata Komang.
Komang menyebutkan DPD PDIP sejauh ini solid tidak konflik. “Saya kira riak-riak itu dinamika nanti juga biar kita berikan kejelasan,” tutur dia.
Setiap penugasan, siapaun dari PDIP harus siap untuk ditugaskan. Baik itu di eksekutif, legislatif.
Sedangkan untuk coal calon gubenur, Komang mengatakan memang keputusan Ketua Umum Megawati sesuai arahan kalau ada kader potensi maju yang wajib didukung.
Apalagi hasil survey memungkinkan Herman HN bergandengan dengan kader, karena sesuai syarat PDIP mampu memajukan calon tanpa berkoalisi. Kendati demikian PDIP untuk memajukan calon arah PDIP terbuka memutuskan, bahwa dengan didaptarkan cagub-wagub, bupati, DPD hanya menerima mandat dari DPP. (Fitri/Mar)









