oleh

Adipati: Hama Tikus Harus Diperangi

Harianpilar.com, Waykanan – Tikus sawah (Ratus Argentiventer) termasuk hama yang relative sulit dikendalikan. Reproduksi tikus per tahun 5-10 kali melahirkan, masa hamil induk tikus berkisar 19-21 hari. Perkembangbiakan dan mobilitasnya yang cepat serta daya rusak pada tanaman padi yang cukup tinggi, menyebabkan hama ini selalu menjadi ancaman pada tanaman padi.

Hal ini disampaikan Bupati Waykanan Raden Adipati Surya saat menghadairi Pencanangan Gerakan Pengendalian Hama Tikus diKampung Sedang Kuring Kecamatan Bahuga, Senin (26/8/2017).

Dikatakanya kerugian petani akibat serangan tikus sangat besar karena sudah menyerang sejak padi masih di persemaian hingga menjelang panen.  Berkaitan dengan hal tersebut, maka upaya menekan populasi tikus sebaiknya dilakukan secara terus menerus mulai dari saat pra tanam hingga menjelang panen.

‘Untuk itu saya menyambut baik gerakan pengendalian hama tikus pada hari ini dapat diminimalisasi sehingga diharapkan hasil panen akan lebih baik. Saya mengharapkan agar kegiatan ini bisa kita lakukan secara terpadu dengan melibatkan peran serta masyarakat/ kelompok tani, tokoh masyarakat dan pemerintah’. Imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB), mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA).

Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada tahun 2026 mendatang serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. (an)