oleh

Peringatan HUT RI ke-72 di Tangamus Sepi Pengunjung

Harianpilar.com, Tanggamus – Karena kurangnya sosialisasi, acara pesta rakyat dalam peringatan HUT RI ke-72 yang digelar Pemkab Tanggamus sepi dan hanya didominasi anak-anak. Padahal acara pesta rakyat yang diadakan hanya sekali dalam satu tahun tersebut, bertujuan untuk menghibur masyarakat Tanggamus, yang digelar Pemkab di lapangan Merdeka Kecamatan Kotaagung, kabupaten setempat, Minggu (20/8/2017).

Diacara bertajuk hari kemerdekaan itu diisi dengan pembagian hadiah kepada seluruh penonton dengan hadiah utama satu unit sepeda beserta hadiah hiburan lainya, dan membagikan 1000 mangkok iwan rebus gratis.

Wakil Bupati Tanggamus Samsul Hadi mengingatka agar warga selalu mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia sehingga kita dapat menikmati kemerdekaan itu seperti saat ini.

“Kakek nenek atau mungkin orang tua kita dulu berjuang dengan sepenuh jiwa raga, sehingga kita dapat menikmatinya seperti saat ini, jadi kita harus memaknai kemerdekaan ini dengan sungguh-sungguh dengan membangun Tanggamus menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya setelah memberikan sambutan Wabup langsung membagikan hadiah kepada para penonton yang sebelumnya dan diberikan pertanyaan seputar nama pemimpin Kabupaten Tanggamus.

“Siapa Wakil Bupati Tanggamus? Mau enggak kalau nanti pak Samsul yang jadi Bupati Tanggamus?” Ujar Wabup.

Namun diselah acara berlangsung, kekecewaan yang dialami Hartono (30), salah seorang warga Kelurahan Baros yang mengaku tidak diperbolehkan mengambil iwan rebus yang berjejer dimeja yang telah disusun rapi oleh panitia pelaksana dengan alasan yang tidak jelas.

“Katanya gratis, kok waktu saya mau ambil mangkok yang berisi Iwan rebus itu malah tidak diperbolehkan, bahkan ketika saya coba sekali lagi masih tidak diperbolehkan, tidak jelas alasannya, pokoknya tidak boleh mengambil disitu,” katanya dengan rasa penuh kecewa.

Komentar kurang baik juga terucap dari warga lainya, Kurniawan (24) mengatakan bahwa beberapa acara yang digelar oleh Pemkab selama tahun 2017 ini terkesan sepi pengunjung, berbeda dengan sebelumnya dan sangat terlihat kesenjangan sosialnya serta kurangnya sosialisasi kemasyarakat.

“Beberapa acara yang digelar hanya terlihat ramai oleh pegawai Pemda, sementara dari masyarakat umum hanya ramai oleh kalangan pelajar dan anak anak yang kebetulan dekat lokasi, entah apa penyebabnya, tapi kenyataannya dilapangan ya seperti itu,” ujarnya.

Kurangnya sosialisasi kemasyarakat itu juga dirasakan oleh Yuli warga Pekon Terbaya Kecamatan Kota agung, menurutnya selama ini jarang sekali adanya sosialisasi tentang acara yang digelar Pemkab Tanggamus, masyarakat tahu setelah atau ketika acara itu digelar, bahkan terkadang kebanyakan tinggal mendengar ceritanya saja dari anak-anak.

“Bagaimana tidak sepi kalau masyarakat banyak yang tidak tahu, kami hanya tahu kalau hari ini ada karnaval, kami tidak dengar ada acara pesta rakyat. Kenapa perayaan yang sifatnya satu hari selesai itu isinya hanya orang Pemda dan panitia pelaksana saja, apakah acara seperti ini hanya milik Pegawai Pemda dan bukan buat masyarakat? Kalau acara itu memang untuk masyarakat, pasti ramai kok kalau masyarakatnya diberi tahu, contohnya hari ini, saya dan ibu-ibu lainya hanya tahu ceritanya saja kalau ada 1000 mangkok iwan rebus gratis, setelah dicek ke lokasi katanya sudah habis,” ujar ibu anak dua tersebut. (Agus/Mar)