oleh

MUI Gelar Sarasehan Pencegahan Faham Radikalisme

Harianpilar.com, Tanggamus – Wakil Bupati Tanggamus  Samsul Hadi menghadiri acara silaturahmi tokoh agama dan sarasehan tentang pencegahan faham radikalisme Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanggamus di gedung aula Serumpun Padi Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting, kabupaten setempat, Rabu (9/8/2017).

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 09.00 Wib tersebut langsung dihadiri oleh perwakilan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Tanggamus, Ketua MUI Provinsi Lampung Dr. KH. Khairuddin Tahmid, MH, ketua MUI Tanggamus, pengurus FKUB Tanggamus, camat dan uspika kecamatan Gisting, serta para tokoh agama, ormas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh pengurus MUI Kabupaten Tanggamus.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Tanggamus mengatakan bahwa, para tokoh agama harus sering melakukan silaturahmi untuk mencekal terjadinya faham radikalisme, dan agama bukanlah untuk ajang siremonial.

“Seperti yang kita ketahui bersama, akhir -akhir ini negara kita telah dilanda fenomena tentang radikalisme dan terorismen hal ini di tandai dengan terjadinya beberapa peristiwa yang dapat kita lihat di media cetak maupun media elektronik, seperti berkembangnya ISIS di negara kita dan terjadi nya aksi-aksi terorisme,” katanya.

Sementara itu dalam pidatonya, Ketua Majelis Ulama Indonesia Propinsi Lampung Drs. KH. Khoiruddin Tahmit M.H mengatakan, harus ada pendalaman pemahaman tentang radikalisme, baik ulama maupun para toko agama Islam, jika setiap orang dapat mengerti dan memahami apa itu radikalisme maka tidak ada konflik yang akan terjadi dari sikap radikalisme tersebut.

“Lalu harus mendalami apa itu radikalisme, selanjutnya membangun sikap untuk menentang radikal yang ada di Indonesia khususnya di Lampung, yaitu dengan sering mengadakan silaturahmi tentang pencengkalan radikalisme,” ungkapnya.

Selanjutnya KH.Khoiruddin Tahmit berharap agar semua tokoh agama yang ada di Tanggamus supaya tetap saling menjaga ukhuwah dan selalu menjalin tali silaturahmi antar sesama supaya tidak terjadi miskomunikasi yang akan menimbulkan perpecahan dan dimanfaatkan oleh kelompok radikal sehingga dengan mudah masuk kedalam masyarakat.

“Mari kita bangun komunikasi dan tali silaturahmi antara para tokoh-tokoh agama, maka semua permasalahan akan radikalisme bisa dengan mudah terselesaikan,” harapnya. (Agus/Mar)