oleh

FEB UBL Ikuti PKL

Harianpilar.com, Bandarlampung – Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bandar Lampung (FEB UBL) melepas ratusan mahasiswa di dua program studi (prodi), yakni Ekonomi Manajemen (EM) dan Ekonomi Akuntansi (EA), mengikuti fieldtrip ke Auto 2000, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI), keduanya tingkat Provinsi Lampung, yang berada di Kota Bandar Lampung.

Rencananya pelepasan fieldtrip periode II, 2017 diplataran Gedung A, Kampus A, Drs.H. RM. Barusman UBL, Rabu (9/8/2017) ini, dilakukan Dekan FEB UBL Dr. Andala Rama Putra Barusman, SE, MAEc. Turut didampingi Sekretaris FEB, Khairudin, SE, M.Si, Akt, Kaprodi Manajemen Dr. Iskandar Ali Alam, SE, MM dan Kaprodi Akuntansi Aminah, SE, MS, Ak, kepala biro terkait beserta para dosen FEB UBL.

Khairudin disela kunjungan ke Gedung A Marketing and Information, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman UBL, Selasa (8/8/2017), membeberkan, meskipun kegiatan rutin ini dilakukan setiap tahunnya. Tapi, tama, banyak makna yang dapat dirasakan para peserta, untuk kepentingan diri. Terudalam muatan pemenuhan akademiknya.

“Dengan fieldtrip, para mahasiswa terlibat, dapat memiliki wawasan luas tentang sejarah, kinerja aplikasi lapangan hingga pencapaian perusahaan maupun lembaga sentra keuangan tersebut. Oleh karena itu, fieldtrip terus kita jadikan patokan sebagai media pembelajaran, yang mengkorelasikan ilmu dan praktek di kelas, dengan fakta di lapangan melalui kunjungan langsung,”jelasnya.

Melalui Fieldtrip ini, Khairudin mengharapkan para mahasiswa aktif terlibat, dengan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dengan, aktif bertanya dan memperdalam kajian pemaparan data dan fakta dari pemateri. Agar, para mahasiswa memliki wawasan luas tentang seluk beluk hingga keberhasilan perusahaan maupun lembaga keuangan mengembangkan potensi pembangunan Lampung.

”Mereka tidak hanya berkunjung, mencatat dan mendokumentasikan. Tapi juga bisa berdiskusi dan berbagi ilmu, satu sama lain. Fieldtrip ini menjadi pengalaman dan menambah wawasan berharga bagi mahasiswa.Mereka akan lebih termotivasi berkembang melalui pengamatan secara langsung, sambil mencari celah dapat berkontribusi di pasar dunia kerja, yang saat ini semakin global,”paparnya.

Sebelumnya, Dekan FEB menekankan fieldtrip merupakan kegiatan rutin tahun ajaran akademik, dalam mengimplementasikan Contextual Learning, khususnya kajian Place Based Learning (PBL). Yakni sistem pembelajaran mengunjungi tempat-tempat pembangunan dan keuangan.Dengan melihat proses hinga kinerjanya. Setelahnya, para mahasiswa dapat mengaplikasikan hasil kunjungan dilapangan, dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dan pendidikan dikelas.

“Bentuknya, setelah mereka (para mahasiswa) pulang membuat laporan kegiatan fieldtrip dalam bentuk karya ilmiah (papers). Itu merupakan syarat utama buat pengajuan judul skripsi disemester ke-tujuh (ganjil) ini,”imbuhnya.

Andala Barusman menambahkan, terdapat perbedaan dipelaksananaan fieldtrip tiap tahunnya. Seperti banyaknya jenis pilihan lembaga keuangan sampai industri yang dikunjungi.

“Kajian fieldtrip lebih melihat sisi lembaga keuangan maupun perusahaan menjalankan roda ekonomi dan bisnis. Sehingga mahasiswa kita memiliki wawasan, dibidang yang akan mereka jalani. Peserta juga mendapat pembelajaran sebagai bekal melengkapi pengalaman,dan menambah ilmu pengetahuan dikelas. Diharapkan mereka, cepat beradaptasi didunia nyata (kerja), setelah lulus dari UBL,” tukasnya. (Mar/Lis)