Harianpilar.com, Tanggamus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanggamus menerima kunjungan dan audiensi perdana Ikatan Wartawan Online (IWO) Tanggamus, kemarin (31/7/2017). Bertempat di aula kantor KPU setempat, kunjungan organisasi wartawan siber yang digawangi Odok Kuswantoro dari inilampung.combeserta para Pengurus dan Anggota, disambut hangat Ketua KPU Tanggamus Otto Yuri Saputra beserta empat Komisioner dan Humas KPU.
Mengawali sambutannya, Otto Yuri Saputra sangat mengapresiasi dan menyambut baik lahirnya IWO di Tanggamus. Karena selama ini, di Tanggamus hanya ada media cetak dan elektronik (televisi). Kini seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang serba cepat, hadir media siber atau berbasis online. Meski terhitung baru resmi diakui eksistensinya, Otto berjanji akan memandang media siber setara dengan eksistensi media cetak dan elektronik yang sudah lebih dulu ada.
“Tahapan pemilu di Tanggamus dimulai Oktober 2017 mendatang. Sementara penetapan pasangan calon (paslon) pada 12 Februari 2018. Dalam rangka menyukseskan hajat pilkada bersama ini, tentunya kehadiran media siber, terutama IWO di Tanggamus, akan semakin memudahkan tugas KPU dalam hal publikasi,” ungkap Otto.
Berbicara soal anggaran pemilu, masih kata Ketua KPU Tanggamus, NPHD yang telah disepakati oleh Pemkab dan DPRD Tanggamus sebesar Rp32,5 miliar. Meskipun ‘tampaknya’ besar, namun nilai NPHD itu terbilang sangat mepet untuk mengakomodir pembangunan sumber daya manusia seluruh masyarakat Tanggamus memilih pemimpin.
“Belum lagi ada 17.822 petugas ad hock yang harus diberi honor. Lalu item untuk media, baik cetak, elektronik, dan siber, semuanya ada dalam Rp32,5 miliar sekian itu. Konsen dari kami (KPU, Red) sebagai penyelenggara pemilu, adalah menyelenggarakan pemilu berdasarkan aturan dan undang-undang,” tutur Otto.
Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat Antoniyus menyebutkan, bahwa secara pribadi dirinya sangat yakin seluruh Pengurus dan Anggota IWO Tanggamus adalah para jurnalis yang mumpuni dan berkompeten.
Sudah seharusnya, kata Antoniyus, KPU bekerjasama dengan media massa, baik cetak, elektronik, dan siber. Demokrasi bisa tumbuh yaitu pilar keempat adalah kebebasan pers. Dengan demikian, jurnalis berperan sangat penting dalam era demokrasi.
“Saya sangat terbuka dengan kawan-kawan media. Apalagi saya di Divisi Humas. Sehingga nanti rekan-rekan media akan sangat sering berhubungan dengan saya. Kita tidak akan menutupi jumlah anggaran untuk media. Nanti akan kita diskusikan lebih lanjut. Diskusi ini terkait dengan keterbatasan angaran, sehingga harus ada formulasi tertentu untuk cari solusi terbaik agar situasi tahapan pemilu tetap kondusif,” ungkap Antoniyus.
Hayesta F. Imanda selaku Divisi Perencanaan dan Data menegaskan, anggaran publikasi pilkada untuk online sudah dimasukkan dalam NPHD. Dari total NPHD, sebanyak 64 persen anggaran sudah terserap untuk gaji honorarium ad hoc.
“Lalu dengan hadirnya IWO Tanggamus, saya sangat berharap bisa menyeimbangkan berita-berita yang tidak terkonfirmasi atau hoax. Sehingga warga Tanggamus tidak menjadi korban pemberitaan-pemberitaan yang simpang-siur,” harap Hayesta.
Ketua IWO Tanggamus Odok Kuswantoro berterimakasih atas sambutan KPU dalam kunjungan perdana itu. Surat Keputusan Kepengurusan IWO Tanggamus sudah terbit sekitar limabelas hari lalu. Odok berharap, kerjasama antara IWO dengan KPU bisa terus berkelanjutan dan berkesinambungan.
“Kami berharap pertemuan ini adalah awal yang baik dan akan menjadi hubungan kemitraan yang lebih baik pula kedepanya, kami berterima kasih sekaligus merasa bangga dengan adanya pertemuan ini,” ujar Odok Kuswantoro. (Agus)









