Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur jalan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung tahun 2015 hingga 2016 diduga kuat sarat penyimpangan. ‘Borok’ Dinas PU itu terlihat mulai dari proses tender yang diduga dikondisikan hingga pelaksanaan di lapangan yang terindikasi tidak sesuai spesifikasi dan secara kualitas bobrok.
Seperti tender proyek tahun 2016 ditemukan sejumlah perusahaan memenangkan tender beberapa proyek sekaligus dengan penawaran sangat mendekati HPS, peserta mayoritas sama, bahkan di temukan dua paket proyek yang pesertanya hanya satu perusahaan yang sama.
Seperti CV. Buay Beruga yang memenangkan dua paket proyek sekaligus dengan penawaran sangat mendekati HPS dan peserta tender dua paket itu hanya CV.Buay Beruga sendiri. Dua paket itu yakni Peningkatan Jalan Kecapi Kecamatan Kedamaian (B.18.II) dengan HPS Rp258.922.000 dimenangkan CV. Buay Beruga dengan penawaran Rp256.339.000 hanya turun Rp2,5 juta atau 0,9 persen dari HPS. Kemudian proyek Peningkatan Jalan/Gg Teluk Ratai (lanjutan) (B.16.III) sengan HPS Rp255.640.000 dimenangkan CV. Buay Beruga dengan penawaran Rp252.459.000 hanya turun Rp3,1 juta atau 1,2 persen dari HPS.
Dugaan tender proyek PU Kota Bandarlampung tahun 2016 dikondisikan diperkuat oleh CV.Duta yang mampu memenangkan tender empat proyek sekaligus dengan nilai penawaran sangat minim dan peserta mayoritas sama. Keempat proyek itu adalah proyek Pembangunan Jembatan ( Box Culvert) di Jalan Kepayang (A.11) dengan HPS Rp1,5 Miliar dimenangkan oleh CV.Duta dengan penawaran Rp 1.492.302.000 hanya turun Rp7,6 juta atau 0,5 persen dari HPS. Proyek Peningkatan Jalan M. Saleh ruas Jalan Morotai Jagabaya I (B.34.II) dengan HPS Rp252.777.000 dimenangkan oleh CV.Duta dengan penawaran Rp250.152.000 hanya turun Rp2,6 juta atau 1 persen dari HPS.
Kemudian, dua proyek Pengadaan Bahan Material Jalan (J.1 dan J.2) dengan masing-masing HPS Rp1 Miliar kedua proyek ini ‘diborong’ oleh CV.Duta dengan penawaran sama yakni Rp991.369.000 hanya turun Rp8,6 juta atau 0,8 persen dari HPS.
Indikasi tender proyek-proyek ini dikondisikan juga terlihat dari peserta tender yang mayoritas sama yakni CV.Duta, CV. Manunggal Karya, CV. Way Kanan Waway, CV.MM-Family, CV. Putra Garut. CV.Prabumulih Kontruksi, CV.Desyam Sejahtera Mandiri, Kawan Joymor,CV. Sumber Makmur Rezeki, dan CV.Ildatu Tourisndo Tehnik.
Dugaan tender proyek-proyek PU Kota Bandarlampung sarat permainan juga terlihat dari CV. Tirai Structure Indonesia yang bisa memenangkan tender tiga proyek sekaligus dengan penawaran sangat mendekati HPS dan peserta mayoritas sama. Yakni proyek Peningkatan jalan Indra Bangsawan (A.21.P) dengan HPS Rp682.522.000 dimenangkan oleh CV. Tirai Structure Indonesia dengan penawaran Rp678.227.000 hanya turun Rp4,3 juta atau 0,6 persen dari HPS. Proyek peningkatan Jalan Raja Tihang lanjutan ruas Jalan Ratu Dibalau Kelurahan Tanjung Senang (B.12.III) dengan HPS Rp 358.123.000 dimenangkan oleh CV. Tirai Structure Indonesia dengan penawaran Rp354.763.000 hanya turun Rp3,3 juta atau 0,9 persen dari HPS. Proyek Peningkatan Jalan Selamet Riadi (A.29.P) dengan HPS Rp975.107.000 dimenangkan CV. Tirai Structure Indonesia dengan penawaran Rp970.418.000 hanya turun Rp4,6 juta atau 0,4 persen dari HPS. Peserta tender ketiga proyek ini juga mayoritas sama yakni CV. Tirai Structure Indonesia, Pancautama CV, dan Jayaraya CV.
Indikasi ‘tender kurung’ ini diduga terjadi setiap tahun dan berpengaruh pada kualitas proyek. Ini terlihat dari sejumlah proyek Dinas PU Kota tahun 2015 yang tendernya juga terindikasi dikondisikan ternyata secara kualitas juga bobrok. Seperti proyek Peningkatan Jalan Untung Suropati dan Jalan RA.Basid Ruas Jalan ZA.Pagar Alam sampai dengan Jalan Soekarno Hatta sampai Batas Kota. Proyek dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp6.800.428.000 ini dikerjakan oleh PT. Asri Fariz Jaya yang memenangkan tender dengan penawaran Rp6.722.332.000 atau hanya turun Rp78 juta (1,1 persen) dari HPS.
Kemudian, proyek Peningkatan Jalan Ryacudu Campang Raya, Pelebaran Jalan Tirtayasa Ruas Jalan Soekarno-Hatta sampai dengan Jalan Pulau Legundi dengan HPS Rp8.696.636.000 dan Proyek Peningkatan Jalan Ki. Agus Anang Ruas Jalan Yos Sudarso sampai dengan Jalan Sentot Alibasa, Pembuatan Median Jalan Yos Sudarso dengan HPS Rp 8.944.505.000.
Kondisi proyek-proyek ini kini sudah banyak mengalami kerusakan parah, selain mengalami amblas disejumlah titik juga telah berulang. Buruknya proyek-proyek yang baru ‘seumur jagung’ ini kuat dugaan diakibatkan pengerjaanya yang tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan, terutama dalam penggunaan material yang tidak proporsional.
Seperti proyek Peningkatan Jalan Untung Suropati dan Jalan RA.Basid Ruas Jalan ZA.Pagar Alam sampai dengan Jalan Soekarno Hatta sampai Batas Kota yang didikerjakan oleh PT. Asri Fariz Jaya, meski menghabiskan anggaran miliaran namun secara kualitas sangat meragukan. Kondisi jalan sudah banyak mengalami retak-retak dan berlubang, bahkan sangat terlihat lapisan aspalnya sangat tipis sehingga batu-batu banyak terlepas dan berserakan.
Kondisi lebih parah terlihat pada proyek Peningkatan Jalan Ryacudu Campang Raya, Pelebaran Jalan Tirtayasa Ruas Jalan Soekarno-Hatta sampai dengan Jalan Pulau Legundi dengan HPS Rp8.696.636.000 dan Proyek Peningkatan Jalan Ki. Agus Anang Ruas Jalan Yos Sudarso sampai dengan Jalan Sentot Alibasa, Pembuatan Median Jalan Yos Sudarso dengan HPS Rp 8.944.505.000. Kedua proyek yang dikerjakan oleh satu perusahaan ini yakni PT.Selamat Makmur Sejahtera diduga kuat sejak tahap tender memang sudah sarat permainan. Hal itu terlihat dari peserta tender yang mayoritas sama, nilai penawaran sangat minim penurunnya dari HPS dan terdapat penawaran yang sama persis dari dua perusahaan peserta tender yang berbeda.
Untuk tender proyek Peningkatan Jalan Ryacudu Campang Raya, Pelebaran Jalan Tirtayasa Ruas Jalan Soekarno-Hatta sampai dengan Jalan Pulau Legundi dengan HPS Rp8.696.636.000 dimenangkan oleh PT.Selamat Makmur Sejahtera dengan penawaran yang sangat dekat dengan HPS yakni Rp8.651.938.000 atau hanya turun Rp44,6 juta (0,05 persen) dari HPS. Indikasi tender ini dikondisikan diperkuat oleh adanya penawaran yang sama persis dari dua perusahaan yang berbeda. Dalam tender proyek ini terdapat empat peserta yang memasukkan penawaran yakni PT.Lataston Bangun Mandiri dengan penawaran Rp8.485.525.000, PT.Selamat Makmur Sejahtera dengan penawaran Rp8.651.938.000, kemudian PT.Parosai dan PT.Karya Bujangga Pratama dengan penawaran yang sama yakni Rp 8.256.726.000.
Sementara,tender proyek Peningkatan Jalan Ki. Agus Anang Ruas Jalan Yos Sudarso sampai dengan Jalan Sentot Alibasa, Pembuatan Median Jalan Yos Sudarso dengan HPS Rp 8.944.505.000 juga dimenangkan oleh PT.Selamat Makmur Sejahtera dengan penawaran yang sangat minim penurunnya dari HPS yakni Rp 8.866.771.000,00 atau hanya turun Rp77,7 juta (0,08 persen) dari HPS. Peserta tender kedua proyek ini juga mayoritas sama yakni PT.Parosai, PT.Selamat Makmur Sejahtera, PT.Karya Bujangga Pratama, PT.Abdi Bangun Sarana, Agrawana Persada, PT.Rismi Jaya, PT.Satra Sukarso Waway, dan PT. Manggala Cipta Pratama.
Kondisi kedua proyek ini juga sudah mengalami rusak parah, selain mengalami amblas juga sudah banyak berlubang. Bahkan, kondisi proyek Peningkatan Jalan Ryacudu Campang Raya, Pelebaran Jalan Tirtayasa Ruas Jalan Soekarno-Hatta sampai dengan Jalan Pulau Legundi yang menelan anggaran hingga Rp8.6 Miliar kini sudah rusak parah dibeberapa bagian.
Sementara, Kepala Dinas PU Kota Bandarlampung, Tirta, hingga berita ini di turunkan belum berhasil di konfirmasi. Berulang kali di hubungi ponselnya selalu dalam keadaan tidak aktif, begitu juga saat di konfirmasi melalui WhatsApp juga tidak dijawab.(Maryadi)












