Harianpilar.com, Bandarlampung – Sekjen Kementrian Perhubungan (Sekjen Kemenhub) dan anggota komite II DPD RI meninjau terminal rajabasa. Mereka juga melakukan diskusi dengan petugas terminal untuk memperoleh langkah tepat dalam renovasi terminal secara fisik maupun non fisik.
Menurut Anggota komite II DPD/MPR RI B.29 Daerah Pemilihan Lampung Anang Prihantoro dengan pengelolaan infrastruktur yang bagus dan juga membangun manusianya, para pengunjung merasa nyaman, sehingga tidak perlu lagi pengguna jalan menuju ke terminal bayangan.
“Maka orang akan beralih, dari biasanya ke terminal bayangan akan ke terminal pusat ini, selama ini terminal bayangan itu membuat macet jalanan, maka jalan yang bisa diambil adalah membangun kembali terminal Rajabasa, baik secara fisik, termasuk manajeman terminal, sehingga orang nyaman karena keramahan penyelenggara terminal Rajabasa”, ungkap Anang saat di pos mudik Dishub Provinsi Lampung, Sabtu (1/7/2017).
Anang pun mengatakan, sudah seharusnya terminal Lampung bisa menjadi salah satu icon Lampung menyusul bandara Raden Intan II, sehingga mampu menjadi terminal yang rekratif, nyaman aman bisa berfoto ria.
“Itu harapan kedepannya, jadi sebaiknya, pengelolaan ini harus terpadu, bukan sekedar masterplan dan juga status, terminal a harus siapa c siapa, tapi terpadu dan harus terwujud, namun sudah tentu dengan bertahap,” jelas Anang.
Anang pun menuturkan, dengan adanya pembangunan Terminal Rajabasa ini, maka siapa tahu ada nama usulan baru dari terminal, yang selama ini meminjam nama dari daerah lingkungan.
“Tapi bukan sekedar nama saja, tapi juga perubahan secara menyeluruh, merubah mainset pengunjung agar terminal tidak seram seperti 20 tahun lalu, dan yang tentu supaya pengguna terminal ini aman dan nyaman,” ujarnya.
Selanjutnya Sekertaris Jendral Perhubungan Sugihardjo berharap Terminal Rajabasa bisa menyusul seperti pembangunan stasiun kereta api yang mana menyediakan moda transportasi yang memberi kenyamanan.
“Biarpun harga selisih berbeda tetepi orang akan memilih yang nyaman, seperti halnya tadi disini, bus tanpa ac sudah sepi pengguna, mereka banyak memilih yang ber ac, dan saya tanya, mereka lebih memilih yang ber ac karena lebih nyaman dan selisihnya tidak jauh beda,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Qudrotul Ikhwan, mengatakan permasalahan pembangunan terminal tidak sekedar berstatus A atau C. Tapi kita bagaimana menciptakan layanan prima dimasyarakat, kalau ada pengelompokan nanti ada kesenjangan, ini sebenarnya ranahnya pusat itu a, kalau c wewenang kota, tapi kita tetap ikut mendorong, dan waktu dekat akan ada pembangunan terminal ini. (*)









