Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengungkapkan restrukturisasi PT Lampung Jasa Utama (LJU) yang dilakukan pada 2015 membuahkan hasil. “Restrukturisasi ini memang tergolong lambat, karena saya harus yakin hasil restrukturisasi harus ada perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahannya harus banyak dan bagus. Alhamdulillah, penghargaan ini membuktikan ada perubahan dan saya meminta ini menjadi momentum agar LJU melangkah lebih baik,” kata Ridho Ficardo.
Pembelian bus Trans Sumatera yang dikelola PT Trans Lampung Utama (LTU), anak perusahaan PT LJU, tidak memakai dana APBD, tetapi berkat lobi ke Kementerian Perhubungan. “Alhamdulillah Pak Menteri Perhubungan (Menhub) setuju memberikan 40 bus untuk Lampung,” kata Gubernur.
Demikian halnya, ketika ingin mengubah wajah taksi Bandara Radin Inten II, PT LTU membuat terobosan dengan menggandeng masyarakat bergabung. “Pastikan taksi ini bagus dan masyarakat harus untung. Harus siap bersaing dengan taksi online dan terus beradaptasi agar mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat,” kata Gubernur.
Semula, Trans Lampung hanya memiliki 10 taksi. Kini jumlahnya, menurut Andi Jauhari Yusuf, menjadi 50 armada. Cepatnya penambahan armada ini untuk mendukung target Pemprov Lampung menaikkan status Bandara Radin Inten II menjadi internasional. “Berbagai rute dari Bandara kini dilayani Bus Trans Lampung. Terakhir, kami mengoperasikan rute Bandara ke Tanjung Setia, untuk mendukung sektor pariwisata Pesisir Barat yang terus menggeliat,” kata Andi Jauhari.
Ke depan, PT LJU mengembangkan sayap bisnis ke bidang maritim bekerja sama dengan PT Pelindo II dan sektor properti bersama PT Hutama Karya.
Menjadikan BUMD kuat dan berkembang, kata Andi, merupakan komitmen sejak awal restrukturisasi, yakni 14 Juni 2015. “Saat itu kami mengatakan kepada Pak Gubernur, kalau dua tahun tidak ada perubahan, tidak usah diminta mundur, kami akan mundur,” kata Andi Jauhari, yang lama bekerja di BUMN PT Pengerukan Indonesia (Pesero) itu. (Ramona/Mar)









