oleh

Disdagsar Tanggamus Temukan Makanan Berformalin

Harianpilar.com, Tanggamus – Pemkab Tanggamus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Modern dan Tradisional di Kecamatan Talang Padang. Rombongan sidak dipimpin oleh Agustam Hamied selaku Camat Talang Padang.

Kegiatan sidak tersebut melibatkan, Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar), Polres dan Asisten Bidang Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kabupaten Tanggamus serta Danramil bersama Aparat Kecamatan Talang Padang. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08:30 WIB itu membuat kaget para pedagang di Pasar Tradisional. Namun, tak lantas suasana menjadi gaduh. Justru malah sebaliknya, para pedagang dengan tangan terbuka dan mau menjelaskan asal muasal barang dagangannya. Baik itu ikan, takjil, daging dan lain sebagainya.

“Para pedagang mau barang dagangannya diambil untuk diuji, apakah mengandung zat berbahaya. Misalnya, ikan atau daging yang mengandung formalin atau tidak, takjil mengandung zat pewarna pakaian. Semuanya mau, dan hasil uji tes dapat diketahui hasilnya dalam waktu 2 sampai 3 hari kemudian,” terang Kepala Disdagsar Tanggamus, Zulfadli didampingi Suyanto selaku Kepala Bagian (Kabag) Ekobang, Rabu (14/06/2017).

Zulfadli mengatakan, untuk daging dan ikan, dari uji cepat dilokasi. Tidak ditemukan adanya zat pengawet berbahaya. Hanya saja untuk ikan, fisik sudah tidak segar lagi. Hal itu dikarenakan ikan berasal dari Jakarta yang dibekukan dengan es, sehingga kesegarannya sudah tidak lagi bisa dirasa hingga ketangan konsumen. Dan untuk takjil, ada beberpa yang diindikasikan memakai pewarna berbahaya, dan itu juga ditemukan pada kerupuk.

“Sepintas kita melihat warna terlalu mencolok, langsung kita amati dan tegur untuk tidak dijual. Dan pedagang merespont baik akan seruan kita, bahkan mereka tidak segan-segan memberitahu darimana barang dagangan itu didapat. Kalau untuk takjil banyak didapat dari produksi rumahan di Kecamatan Gisting.” jelas Mantan Kabag Keagamaan Sekretariat Pemkab Tanggamus itu.

Sementara itu, dipasar modern yang dikunjungi, masih ditemui adanya produk dengan kemasan rusak yang tentu sudah tidak layak jual lagi. Karena itu dapat membahayakan konsumen, apalagi yang kemasannya dari kaleng.

“Kita udah arahkan kepada penanggung jawab pasar modern itu untuk mereturn barang yang kemasan rusak, kadaluarsa yang mungkin masih beredar. Kita juga meminta untuk merapihkan gudang. Dan alhamdulillah mereka menyanggupinya walau dengan alasan kekurangan tenaga karyawan,” ungkapnya.

Sementara itu Kabag Ekobang Tanggamus Suyanto mengatakan, untuk ketersediaan bahan pokok dan bumbu dapur, semua masih mencukupi. Bahkan diperkirakan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri nanti, ketersediaannya masih ada. Tentu, berbicara soal sembako dan bumbu dapur, pasti akan bertanya soal kenaikan harg yang melejit. Kekhawatiran itu nampaknya tidak akan terjadi, mengingat harga sampai dengan saat ini masih stabil. Itu juga lantaran faktor adanya ketersediaan atau stock cukup.

“Kita juga meminta kepada UPT Pasar Talang Padang untuk selalu memantau. Bilamana ada indikasi keniakan segera beritahu kami, maka kami akan sidak kembali untuk mengetahui permasalahannya, apakah ada indikasi kuat yang mempengaruhinya seperti contoh penimbunan sembako. Kebetulan dalam tim ada Kapolres Tanggamus, jadi nanti bisa ditindak lanjuti,” ujar Suyanto. (Agus/Mar)