oleh

Menguak ‘Buruk Rupa’ Proyek Dinkes Tubaba

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Sektor kesehatan menjadi sektor prioritas bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) dalam melakukan pembangunan. Namun, dalam pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan justru terindikasi sarat masalah. Hal itu terlihat dari ‘buruk rupa’ proyek-proyek milik Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tahun 2016.

Proyek-proyek Dinkes Tubaba yang diduga kuat pengerjaanya tidak sesuai ketentuan itu diantaranya proyek pembangunan rumah dinas dokter di Puskesmas Pagar Dewa senilai Rp300 juta dikerjakan Lingai Raya, proyek peningkatan puskesmas rawat jalan menjadi puskesmas Perawatan PONED Suka Jaya senilai Rp4,2 Miliar yang di kerjakan CV. Banjar Negeri, Proyek rehabilitasi berat puskesmas perawatan Toto Mulyo senilai Rp1 Miliar yang di kerjakan Dimas Varesa Jaya.

Kemudian proyek rehabilitasi sedang puskesmas perawatan Kibang Budi Jaya senilai Rp500 juta yang di kerjakan Kemas Pelitas Jaya, peningkatan puskesmas rawat jalan menjadi puskesmas perawatan PONED Pagar Dewa senilai Rp4,2 Miliar yang di kerjakan CV.Weldy Putra, peningkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas rawat jalan marga kencana senilai Rp1,6 Miliar yang di kerjakan CV.Cipta Abadi, dan proyek penambahan rehabilitasi berat puskesmas perawatan Panaragan Jaya senilai Rp300 juta di kerjakan CV.Intan Jaya.

Kondisi proyek-proyek bernilai besar ini sudah rusak cukup parah, padahal proyek-proyek ini tergolong baru seumur jagung. Kuat dugaan buruknya kualitas proyek ini akibat pengerjaan yang tidak sesuai ketentuan. Kondisi sebagian besar proyek ini sudah mengalami kerusakapan cukupparah di bagian lantai, dinding dan plafon.

Seperti proyek pembangunan rumah dinas dokter di Puskesmas Pagar Dewa, meski menghabiskan anggaran hingga Rp300 namun proyek yang di kerjakan Lingai Raya sudah mengalami kerusakan parah, bahkan bagian lantai sudah mengalami ambrol dan hancur.

Begitu juga proyek rehabilitasi sedang puskesmas perawatan Kibang Budi Jaya, meski menyedot anggaran hingga Rp500 juta proyek di kerjakan Kemas Pelitas Jaya diduga kuat di kerjakan asal-asalan. Bahkan terdapat bagian pintu yang terkesan tidak selesai dikerjakan.

Kondisi yang cukup memprihatinkan juga di temukan pada proyek peningkatan puskesmas rawat jalan menjadi puskesmas perawatan PONED Pagar Dewa, proyek yang menelan anggaran hingga senilai Rp4,2 Miliar ternyata secara kualitas sangat meragukan, bahkan bagian lantai proyek ini sudah retak-retak dan ambrol.

Proyek-proyek lainnya juga mengalami hal serupa.Banyaknya proyek Dinkes Tubaba tahun 2016 yang secara kualitas meragukan mengindikasikan pengerjaanya yang tidak sesuai ketentuan. Dan anehnya, proyek-proyek itu dengan mudah lolos dalam provisonal handover (PHO) dan Finishing Handover (FHO).

Sementara, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba hingga berita ini di turunkan belum bisa di mintai tanggapan terkait karut marutnya proyek itu. Kepala Dinas Kesehatan Perana Putra dan Sekretarisnya Majril saat dihubungi ponselnya selalu dalam keadaan tidak aktif. (Epriwan/Maryadi)