Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung meminta Tim Saber Pungli turun ke PKOR Way Halim, Bandarlampung mengusut adanya pungutan parkir liar yang dilakukan oleh oknum warga sekitar kepada pengunjung.
Ketua komisi III, Ikhwan Fadil mengatakan pihaknya sangat menyayangkan tindakan oknum warga sekitar yang mengaku sebagai petugas parkir dan menyodorkan kertas parkir ke seluruh pengunjung PKOR Way Halim, Bandarlampung.
“Sayang sekali ya tindakan oknum petugas parkir yang mengaku warga sekitar itu. Padahal kan PKOR tempat yang paling banyak menyediakan hiburan gratis untuk masyarakat Bandarlampung. Itu juga tempat orang lalulalang, mau parkir juga suka-suka kita. Kenapa harus ada pungutan parkir,” ucap Fadil ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/5/2017).
Adanya pungutan parkir di PKOR Way Halim, Bandarlampung pun tidak ada masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung.
“Termasuk kedalam kategori Pungli itu namanya, tidak ada instansi terkait juga yang mengolahnya, tidak ada perintah juga dari Pemerintah provinsi,” ujarnya.
Kalau sudah begitu, Tim Saber Pungli harus turun secepatnya melakukan penyisiran.
“Fungsi daripada Saber Pungli itukan untuk menertibkan oknum-oknum nakal yang main-main asal pungut itu. Ya secepatnya lah ditertibkan, biar tidak meresahkan pengunjung,” kata dia.
Sebelumnya, diberitakan pengunjung PKOR Way Halim, Bandarlampung mengeluhkan adanya oknum petugas parkir liar yang meminta uang sebesar Rp 5.000/motor.
Salah seorang pengunjung, Andra mengaku risih dengan pungutan parkir oknum petugas yang menyodorkan potongan kertas bertuliskan “Jasa Penataan dan Ketertiban parkir PKOR,” tanpa berlebelkan dinas atau badan terkait.
“Saya diminta uang Rp5 ribu, tapi dia bilang kalau nggak ada Rp3 ribu nggak papa, tujuan kesini cuma mau cari angin nyore ama anak istri. Kaget saya kalau ada diminta uang parker. Padahal ya ini juga duduk dipinggir stan yang nggak ada kegiatan apa-apa,” keluhnya pada Harian Pilar. Minggu (28/5/2017).
Hal senada juga disampaikan Ismi. Dia mengaku sudah dua minggu ini ke PKOR selalu diminta pungutan parkir oleh oknum petugas parkir. “Iya tiba-tiba dikasih kompelan kertas gitu terus bilang parkir, ya mau nggak mau saya kasih,”ujarnya.
Saat dilakukan pendalaman oleh Harian Pilar, salah seorang oknum petugas parkir yang tidak diketahui namanya mengaku pungutan parkir tersebut tidak ada perintah dari Dinas terkait atau instansi terkait lainnya itu merupakan inisiatif sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Namanya Akamsi (Anak Kampung Sini). Jjadi inisiatif sendiri aja, dulu PKOR masih rame duduk prat prit prat prit aja bisa dapet duit, sekarang ya mana bisa kalau nggak keliling gini,”ucapnya.
Diketahui, berdasarkan pantauan Harian Pilar, suasana PKOR Way Halim yang tadinya ramai pengunjung, menjadi sepi, yang terlihat hanya warga sekitar PKOR yang lalu lalang. (Ramona/Mar)









