oleh

Mahasiswa UIN Ancam Demo Tolak UKT

Harianpilar.com, Bandarlampung – Hari ini, Senin (22/5/2017) Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung berencana akan melakukan demo menuntut diturunkannya Uang Kulaih Tunggal (UKT).

Mereka mengeluhkan kebijakan Rektorat soal UKT yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi perekonomian para Mahasiswa Baru (Maba) jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN). Setiap mahasiswa dikenakan UKT antara Rp400 ribu sampai Rp3 juta per mahasiswa.

Banyak calon mahasiswa baru yang mengeluh dengan hasil pengumuman kategori UKT lantaran kategori UKT yang diterima tidak sesuai dengan penghasilan orang tua atau terlalu memberatkan mahasiswa. Bahkan ada mahasiswa yang terancam tidak bisa kuliah lantaran UKT tidak sesuai dengan kemampuan orag tuanya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama No 289 tahun 2016 tentang UKT pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, pada Diktum ketiga disebutkan UKT ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.
Namun di tahun ini, kampus yang baru saja bertransformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN menerapkan kategori UKT yang tidak tepat sasaran.

DEMA UIN RIL, menunjukan rasa simpatinya pasca pengumuman kelulusan SPAN memmbuka posko pengaduan’Kawal UKT UIN RIL’ pada Kamis (18/5/2017) lalu.

“Sekitar 50% berkas yang terkategori miskin atau kurang mampu tapi masuk kategori golongan 5 atau kategori mampu,” ujar MU, Sabtu (20/5/2017).
Ia menyebut, 50% persen data yang masuk di posko pengaduan, ada sekitar 100 berkas yang masuk.

“Banyak mahasiswa yang akhirnya memilih tidak ngurus, karena tidak mau ambil pusing, pasrah aja, malah juga ada yang terpaksa tidak ngurus administrasi UKT dan membatalkan niatan buat kuliah di UIN,” ungkapnya.

Hal ini lanjut dia, bukti dugaan ketidak tepatan sasaran pihak Rektorat dalam menerapkan UKT, kata MU. Pihaknya sudah dua kali melakukan mediasi dengan pihak Rektorat, namun pihak Rektorat berjanji akan melakukan banding pada semester 2 nanti.

“Sementara banyak yang kesusahan bayar di awal. Selain itu, tanggapan pihak Rektorat justeru manyalahkan mahasiswanya yang salah mengisi data. Jika dilihat secara kasat mata yang membuat UKT di UIN RIL tidak tepat sasaran dikarenakan mekanisme yang terjadi dalam verifikasi berkas terkesan asal-asalan atau main tembak,” ucapnya.

Namun, meski membuka posko pengaduan, DEMA UIN tidak ingin ambil resiko dengan para Maba yang mengaku-ngaku tidak sanggup membayar UKT.
“Walaupun begitu kami juga kroscek lagi data-data yang kami terima. Jadi nggak asal terima-terima aja kami disini.  Kami berani menjamin 100% data yang kami terima benar adanya dan siap dilakukan survei,” ungkapnya.

Ini terbukti dengan dugaan ketidaktepatan itu beberapa berkas yang selama 3 hari di ‘Posko Kawal UKT’ banyak berkas yang diterima tidak sesuai antara data dan golongan UKT yang diterima oleh calon mahasiswa baru. Ketika mahasiswa dari DEMA UIN dan jajaran melakukan mediasi kepada Rektorat, mereka terindikasi menutupi mekanisme penerapan UKT.

Dan dikarenakan pembayaran UKT dibatasi terhitung 15 Mei lalu, pengumuman sampai dengan 24 Mei mendatang, secepatnya DEMA UIN RIL akan menemui rektorat dan melakukan banding.

“Kalau nggak disetujui, pada hari ini, Senin (22/5/2017) akan akan turun ke jalan melakukan unjuk rasa demi adik-adik baru kita ini sampai terpenuhi tuntutan kita, kasihan dong cuma gara-gara UKT jadi nggak bisa kuliah,” tukasnya. (Ramona/Maryadi)