oleh

Diduga Jual Pertalit Palsu, Warga Datangi SPBU Kotabumi

Harianpilar.com, Lampung Utara – Sejumlah warga ngeluruk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.345.101 di Madukoro, Kotabumi Utara, Lampung Utara. Mereka mencurigai bensin pertalite yang dijual SPBU ini `oplosan.` Dugaan bahan bakar minyak (BBM) `oplosan` itu, pertama kali diungkapkan Saleh (40), sopir angkutan umum jurusan Kotabumi – Negararatu.

Awalnya, Saleh tak curiga saat mobilnya diisi bensin oleh petugas SPBU pada Sabtu (13/5/2017) sekitar pukul 06.30 WIB. Namun, dia terkejut ketika tangannya terkena cipratan bensin saat petugas mencabut selang pengisi bensin dari tangki mobilnya. Cipratan bensin itu dia duga mengandung air.

Saleh pun langsung mempertanyakan kepada petugas yang baru saja mengisi tangki mobilnya. Namun, petugas membantah jika bensinnya bercampur air. Meski yakin bensin yang baru saja diisi petugas ke dalam mobil bercampur air, namun Saleh memilih pergi lantaran tak ingin beradu mulut. “BBM pertalite yang saya isi itu seharga Rp110 ribu,” kata dia saat ditemui di SPBU.

Kecurigaan Saleh akhirnya terbukti saat mobil yang dikendarainya mendadak mati ditanjakan di depan Polsek Kotabumi Utara. Ia langsung memeriksa karburator mobilnya dan menemukan air di dalamnya.

Merasa telah dirugikan, Saleh kembali mendatangi SPBU itu dengan berjalan kaki sekitar 200 meter. Dia lalu meminta pertanggungjawaban petugas SPBU lantaran mobilnya mogok.

Saat menunggu pertanggungjawaban pihak SPBU, tak lama berselang, sejumlah pengendara sepeda motor mendatangi SPBU itu dengan keluhan yang sama. Para pengendara itu meminta petugas SPBU mengganti BBM pertalite mereka karena sepeda motor mereka mogok selepas diisi BBM pertalite di sana.

Subandi (50), warga sekitar, mengatakan, putranya harus menjemput istrinya karena sepeda motornya mogok di SPBU usai mengisi bensin. Setelah diperiksa, ternyata terdapat air di karburator sepeda motornya.

Lantaran tak tahan menunggu lama, dia yang menggantikan istrinya menunggu pertanggungjawaban pihak SPBU. Akhirnya, pihak SPBU menggganti BBM yang ada di dalam tangki sepeda motor mereka dengan BBM jenis premium setelah sebelumnya dikuras habis.  “Sepeda motor istri saya mogok. Tapi, sekarang sudah diganti dengan BBM premium,” terangnya.

Sebagaimana yang dilansir HarianLampung.com, sejumlah pemilik kendaraan yang mengaku sepeda motornya mogok akibat diisi BBM jenis pertalite diganti dengan BBM jenis premium. Tangki – tangki sepeda motor para pengendara terpaksa dikuras dengan menggunakan selang dan dimasukan ke dalam jeriken. Selain itu, petugas kepolisian juga sempat terlihat memeriksa tangki penyimpanan BBM di SPBU.

Di lain sisi, Mulyadi, salah seorang karyawan SPBU membantah pihaknya sengaja ‘mengoplos’ BBM itu dengan air. Ia memperkirakan kemungkinan ‘pengoplosan’ ini dilakukan oleh supir – supir pengirim BBM. Peristiwa seperti ini baru pertama kali terjadi di SPBU Madukora.

“Dugaan sementara mungkin supirnya, atau gimana, kita kurang paham. Yang pasti, kami tak merasa mencampur air. Kalau tahu, enggak mungkin kita jual kan!” kelit dia.

Menyikapi temuan ini, Kapolsek Kotabumi Utara AKP Puelung Arsya Sidanu mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi SPBU itu setelah mendapat laporan dari salah seorang warga. Sementara ini, kasus ini sedang didalami dan barang bukti telah diserahkan ke Mapolres. “Barang bukti (BBM bercampur air) sudah diserahkan ke Mapolres guna kepentingan penyelidikan,” katanya. (*)