Harianpilar.com, Tanggamus – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Agung, Kabupaten Tanggamus mengeluhkan kotor dan kecilnya air yang mengalir ke rumah mereka. Mereka menilai PDAM tidak profesional. Mestinya PDAM membertahukan kepada pelanggan kalau suplay air kurang dan kotor,” kata Inhar Laidi, warga Pekon Terbaya.
Dia mengatakan bahwa, air PDAM dirumahnya sudah lebih dari tiga bulan ini sangat kotor, sehingga dirinya harus menyaring air keran tersebut terlebih dahulu sebelum digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
“Airnya kotor, bercampur pasir dan potongan daun dan kulit kayu, sehingga saya harus saring dulu supaya bisa bening airnya,” kata Inhar sambil menunjukan air keran didalam rumahnya, Senin (8/5/2017).
Senada dengan Inhar, Paizul Hakim yang merupakan warga Pekon setempat juga mengeluhkan hal yang sama, bahkan dirumahnya air keran yang keluar tidak hanya kotor tetapi juga sangat kecil, sehingga seluruh anggota keluarganya mesti antri untuk menggunakan air keran tersebut.
“Biasanya isi kotoran air itu berupa pasir, daun kelapa yang sudah lapuk dan serpihan kulit kayu, selain itu aliran airnya sangat kecil, padahal kami hanya menggunakan satu keran saja, sudah kotor dan harus disaring ditambah lagi lama embernya penuh karna air yang keluar tidak deras,” keluhnya.
Inhar juga menambahkan bahwa sedikitnya ada 5 rumah disekitarnya yang mengalami hal yang sama, dirinya berharap agar kendala itu dapat cepat ditangani oleh pihak perusahaan agar air yang dikonsumsi oleh masyarakat terjamin kebersihanya dan dapat mencukupi kebutuhan seluruh keluarga. Apalagi menurutnya, mereka selalu membayar bulanan air tersebut secara rutin.
“Kami harap masalah ini dapat cepat diatasi, karna selain air itu tidak sehat juga jadi merepotkan kami, selain harus dipasang saringan juga harus menunggu sampai kotoranya turun baru bisa digunakan, sementara kami selalu membayar, tapi pelayananya kurang memuaskan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Unit Cabang PDAM Kecamatan Kotaagung Andriyansah saat dihubungi melalui ponselnya, mengakui bahwa, kendala tersebut sudah lama diketahui, penyebabnya adalah adanya pipa saluran yang bersumber dari Pekon Kedamaian ada yang bocor, sehingga kotoran itu masuk kedalam saluran pipa dan sampai kerumah konsumen.
“Memang ada kebocoran di saluran pipa, itu sudah kami usulkan ke kantor pusat PDAM Way Abung untuk diperbaiki, namun hingga kini belum terealisasi, kami juga berharap kendala itu cepat teratasi namun karna kesediaan alat yang belum ada jadi kita harus menunggu,” tukasnya. (Agus/Mar)









