Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi terus berupaya mendongkrak penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan menggelar Pameran Produk Unggulan Provinsi Lampung, di Halaman Islamic Center Pesawaran.
Pameran Produk Unggulan Lampung tahun 2017 ini mengusung tema “Merajut Promosi, Investasi dan Ekstensifikasi Produk Unggulan” dilaksanakan sebagai salah satu promosi yang diharapkan dapat menarik perhatian para investor untuk menanamkan modalnya di Provinsi Lampung.
“Tujuan Pameran ini adalah menyelaraskan, mensinkronkan dan mensinerjikan program dan kegiatan Dekranasda dalam pengembangan sumberdaya pengrajin melalui Regenerasi Perajin sekaligus meningkatkan Daya Saing produk kerajinan diharapkan pada gilirannya dapat mendorong semangat kewirausahaan, dalam mendukung ekspor kerajinan yang semakin meningkat,” ujar Istri Bupati Pesawaran itu.
Pameran ini diikuti oleh seluruh Dekranasda kabupaten kota di provinsi Lampung, berpartisipasi juga beberapa Badan Usaha baik Pemerintah maupun Swasta sedangkan Produk-produk yang dipamerkan didominasi oleh Produk-produk Kerajinan Tangan dan Industri-industri Kecil dengan Produk Unggulan Kain Tenun Tapis Lampung dan Sulaman Usus yang sudah dikenal masyarakat Nasional bahkan lnternasional.
Acara ini di buka oleh Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Hasiah Bachtiar Basri didampingi Sekretaris Dekranasda Eliya Muchtar beserta Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung di Halaman Islamic Center Pesawaran, Jum’at (21/4/2017).
Wakil Ketua Dekranasda Hasiah Bachtiar Basri mengapresiasi penyelenggaraan Pameran Produk Unggulan Provinsi Lampung ini sebagai upaya mempromosikan hasil industri kreatif kepada seluruh masyarakat di Provinsi Lampung.
Terlebih bersamaan dengan Pemeran ini turut diselenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- 45 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2017 yang diikuti oleh peserta dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
“Dengan pameran ini tentunya akan lebih memperkenalkan produk industri kreatif yang ada di Provinsi Lampung serta mampu memberikan motivasi kepada para peserta maupun pengrajin untuk menjadi wirausahawan yang tangguh dan kreatif yang pada akhirnya diharapkan lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung,” kata Hasiah.
Sementara Sekretaris Dekranasda Provinsi Lampung Elya Muchtar mewakili Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Yustin Ridho Ficardo menyampaikan ekonomi kreatif merupakan sektor strategis dalam pembangunan Lampung kedepan, karena ekonomi kreatif berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian Lampung.
Menurutnya ada tiga sektor unggulan dibidang industri kreatif seperti kuliner, fashion, dan kerajinan yang menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar. Kontribusi sektor tersebut dipastikan akan semakin tinggi dalam menopang perekonomian Lampung.
“Dengan demikian diharapkan ketiga sektor unggulan tersebut di Provinsi Lampung dapat terus dikembangkan. Selain itu teruslah dorong pengembangan sektor unggulan dengan empat langkah ditambah satu yakni penguatan keterampilan/kompetensi para pengrajin, memfasilitasl teknis produksi dengan mengoptimalkan peralatan, menguatkan adanya standar, melindungi karya mereka dengan HKl dan ditambahkan dengan penguatan pasar dalam bentuk pameran -pameran diberbagai tempat khususnya di rumah Pameran lndustri,” pungkasnya.(Rls)









