Harianpilar.com, Lampung Utara – Di usianya yang sudah senja, seharusnya nenek Usnah (60) sudah tidak di repotkan lagi dengan urusan anak. Namun nasib berkata lain, tiga anak nenek Usnah yang di harapkannya menjadi topangan hidupnya di saat tua, justru mengalami sakit lumpu layu.
Praktis, nenek Usnah kini masih berjibaku mengurusi ketiga anaknya. Warga Dusun Tanjung Perak Desa Tanjung Iman Kecamatan Blambangan Pagar Kabuapten Lampung Utara (Lampura) ini dengan penuh kasih dan ikhlas setiap hari mengurus berbagai keperluan dan kebutuhan anak-anaknya.
Nina (29), Andi (21), dan Rudi (18) sudah berpuluh tahun menderita lumpu layu. Bahkan Nina yang merupakan anak tertua nenek Usnah hanya terbaring lemah dengan berat badan sekitar 10 kilogram. Kaki dan tangan Nina tak berfungsi dengan baik. Begitu juga tangan kedua adiknya Andi dan Rudi juga sulit untuk di gerakkan.
Nenek Usnah hanya bisa pasrah dan menjalani dengan ikhlas kehidupannya bersama ketiga anaknya. Selain harus berpeluh mengurusi ketiga anaknya, nenek Usnah juga harus berjuang mencari nafkan guna memenuhi kebutuhan hidup. Setiap hari nenek Usnah bekerja menggeret karet dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup.
Penderitaan nenek Usnah semakin terasa berat sejak setahun terakhir, tepatnya sejak Suami yang biasa diandalkannya untuk mencari nafkah berpulang lebih dulu ke pangkuan Allah SWT.
Nenek Usnah mengaku sempat mendapat bantuan dari Dinas Sosial Lampura sebesar Rp300 ribu tahun lalu. Namun, tahun ini bantuan itu tidak datang lagi.”Padahal bantuan tersebut sangat berguna untuk menyambung hidup,” tutur Nenek Usnah saat berbincang dengan wartawan, Senin(15/4).
Nenek Usnah sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah maupun para darmawan, terutama untuk biaya pengobatan ke tiga anaknya.”Untuk makan sehari-hari saja cuman mengandalkan dari hasil geret karet. Itu juga kadang gak cukup, jadi untuk biaya pengobatan saya gak tau dari mana,” tutupnya sambil berlinang air mata. (Iswant/Yoan/Mico P)









