oleh

Oknum Karyawan Dealer Honda Bersikap Arogan

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Seorang karyawan dealer honda motor yang beroperasi di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan bersikap arogan terhadap konsumennya. Selain berbicara dengan nada tinggi dan mendiskreditkan konsumen, karyawan tersebut juga menyuruh pelanggan honda motor yang berada di Jalinsum Kalianda itu untuk berunjukrasa ke Samsat.

Permasalahan ini muncul setelah seorang konsumen bernama Syahrul warga Perumahan Hartono, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda mempertanyakan plat (nomor polisi) kendaraannya yang hingga kini belum juga keluar. Padahal, motor yang dibelinya dari dealer honda setempat sudah lebih dari 2 tahun.

Namun karyawan dealer setempat justru melontarkan pernyataan bersifat arogan dan justur menyuruh konsumen tersebut mempertanyakannya langsung ke Samsat sambil menggelar aksi unjukrasa.

Syahrul tidak mempermasalahkan seandainya plat tersebut memang belum keluar, namun yang membuatnya kesal pernyataan dari oknum karyawan itu yang dianggap nyeleneh dan menghina pelanggan setia Honda.

“Demo’in saja pak samsat-nya, jangan ke kita, kita mana tahu soal itu,” ujar Syahrul yang menirukan perkataan karyawan honda itu, Senin (3/4/2017).

Yang membuatnya jengkel, di tempat pelayanan costumer tersebut terdapat ratusan plat nomor kendaraan yang tersimpan didalam sebuah lemari dan hingga kini belum juga diberikan kepada seluruh pelanggan honda. Pihak honda sendiri beralasan, plat itu akan diberikan kalau pelanggannya yang meminta.

“Tadi ngomongnya akan diberikan atau dihubungi langsung saat plat itu datang, karena memang sejak awal dimintai nomor telpon. Nah, yang ratusan (plat) itu bagimana, kok nggak langsung diberikan, sampai-sampai menumpuk begitu. Tadi malahan ada yang tercatat bulan 5 (Mei_red) tahun lalu,” kata Syahrul kepada wartawan.

Sementara itu, karyawan Honda Kalianda yang sempat memarahi konsumennya itu saat dikonfirmasi mengaku bingung, karena hampir setiap hari ada saja konsumen yang datang menanyakan tentang plat nomor kendaraan mereka.

“Bingung juga kita, tiap hari ada saja yang menanyakan ini, makanya tadi disuru tanya saja ke samsat,” kata karyawan itu dan tidak mau menyebutkan identitasnya kepada awak media.

Terkait dengan tumpukan plat nomor kendaraan yang hingga saat ini belum diberikan ke konsumen honda, karyawan tersebut mengakui kelalaiannya, karena memang prosedurnya harus segera disalurkan kepemilik kendaraan.
“Iya, ini kelalaian kami, kami mengakui itu,” tutupnya. (Saiful/Eka/Maryadi)