oleh

Dendi Telusuri Sejarah Transmigrasi Bagelen

Harianpilar.com, Pesawaran – Bupati Pesawaran Dendii Ramadhona melakukan  kunjungan kerja ke kantor Arsip Nasional RI. Dengan didampingi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Pesawaran, Ahmad Syafe’I beserta staf. Kedatangan rombongan pada Jum,at (24/3/2017) diterima oleh Kepala Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). DR. Mustari Irawan, M.PA di Ruang Kerjanya bersama beberapa Deputi.

“Kunjungan ke kantor ANRI dalam rangka penelusuran penyusunan naskah sumber arsip Transmigrasi terkait sejarah transmigrasi pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang terletak di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran,” papar Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona terkait Kunjungan Kerja ke Kantor Arsip Nasional RI,  Jumat (24/3/2017).

Diketahui bahwa Bagelen adalah sebuah nama desa yang dipercayai masyarakat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai cikal bakal daerah asal-usul masyarakat Purworejo. Nama daerah yang berjarak sekitar 50 km sebelah utara kota Yogyakarta itu sejak tahun 1900-an tak hanya dikenal di Pulau Jawa, tetapi juga di Provinsi Lampung.

“Itu karena pada tahun 1901 pemerintah Belanda memindahkan 155 kepala keluarga (KK) dari Desa Bagelen ke sebuah hutan belantara di Lampung melalui program perluasan areal pertanian (Kolonisasi). Orang-orang dari Pulau Jawa diangkut ke Lampung untuk membuka areal pertanian untuk kepentingan Belanda,” tuturnya.

Warga Bagelen yang dipindahkan ke Lampung, sambungnya juga menamai kampung barunya dengan nama Bagelen. Kolonisasi warga Bagelen itu merupakan program pertama yang dijalankan pemerintah Belanda di Indonesia.

Rombongan kolonis dari Jawa diangkut menggunakan kapal laut. Setelah sampai di Pelabuhan Panjang, selanjutnya para kolonis itu berjalan kaki sejauh lebih dari 70 km menuju Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran selama 3 hari.

Setelah ratusan kepala keluarga dari Bagelen diangkut ke Lampung, gelombang pemindahan penduduk dari Pulau Jawa pun terus berlanjut. Gelombang pertama tahun 1905 hingga 1911. Gelombang kedua tahun 1911 hingga tahun 1939. Gelombang ketiga terjadi ketika Indonesia sudah merdeka. Setelah merdeka, program perpindahan penduduk dari Jawa ke Lampung itu pun dilanjutkan sekarang disebut transmigrasi. (Fahmi/Mar)